Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian seperti rice transplanter dan drone untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses tanam.
Sejumlah kepala daerah yang turut mengikuti kegiatan ini menyampaikan apresiasi atas dampak positif program terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing.
Kementan menegaskan bahwa kebutuhan sarana produksi seperti alsintan, benih, dan infrastruktur pendukung dapat diajukan melalui mekanisme yang berlaku agar segera ditindaklanjuti.
Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ditjen Tanaman Pangan, pemerintah daerah, penyuluh, hingga petani, serta menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar