Senin, 06 April 2026

Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN

Agie HT Bukit SH - Senin, 06 April 2026 07:06 WIB
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Dua perwira TNI Kolonel Hermawan Weharima dan Letkol Sukmana Bayuaji bersama Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja Jenderal Vong Pisen usai menerima penghargaan The Royal Order of Sahametrei atas kontribusi dalam misi perdamaian ASEAN di Phnom Penh. (Dok/TNI)

Phnom Penh (buseronline.com) - Dua perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kolonel Hermawan Weharima dan Letkol Sukmana Bayuaji, menerima penghargaan kehormatan The Royal Order of Sahametrei dari Pemerintah Kamboja.

Dilansir dari laman TNI, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi keduanya dalam misi ASEAN Observer Team (AOT) yang bertugas memantau gencatan senjata di wilayah perbatasan Kamboja-Thailand. Penganugerahan dilakukan langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja, Jenderal Vong Pisen.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan tinggi atas dedikasi tim AOT, khususnya dari Indonesia, yang dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas kawasan selama lebih dari tujuh bulan terakhir.

"Keberadaan tim pengamat ASEAN telah membantu memastikan implementasi kesepakatan gencatan senjata berjalan dengan baik, sekaligus meningkatkan kepercayaan antara kedua negara," ujar Vong Pisen.

Tim AOT Indonesia sendiri telah bertugas di Kamboja sejak 10 September 2025. Selama masa penugasan, tim berperan dalam memantau situasi di lapangan, meningkatkan transparansi, serta meminimalkan potensi kesalahpahaman yang dapat memicu eskalasi konflik di wilayah perbatasan.

AOT merupakan kelanjutan dari ASEAN Interim Observer Team (IOT) yang dibentuk dalam pertemuan khusus di Putrajaya pada 28 Juli 2025.

Pembentukan tim ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan mekanisme pemantauan yang netral dan kredibel pascakonflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand terkait sengketa wilayah perbatasan.

Dasar operasional AOT kemudian disepakati dalam pertemuan General Border Committee (GBC) Kamboja-Thailand pada 26 Oktober 2025, yang menjadi landasan pelaksanaan tugas tim di lapangan.

The Royal Order of Sahametrei sendiri merupakan penghargaan yang diberikan kepada warga negara asing atas jasa dan kontribusinya kepada Raja dan rakyat Kamboja.

Penganugerahan ini juga mencerminkan eratnya hubungan persahabatan serta kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kamboja.

Keterlibatan personel TNI dalam misi AOT menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas dedikasi individu, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai di tingkat regional. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru