Jumat, 17 April 2026

Herman Suryatman Pantau Langsung Pembersihan Sampah di Oxbow Cicukang

Kamis, 30 Januari 2025 06:23 WIB
Herman Suryatman Pantau Langsung Pembersihan Sampah di Oxbow Cicukang
Sekda Jabar Herman Suryatman memantau langsung proses pembersihan sampah di kawasan Oxbow Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, pada Selasa (28/1/2025).
Bandung (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Herman Suryatman meninjau langsung proses pengangkutan dan pembersihan sampah di kawasan Oxbow Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Selasa.

Pembersihan sungai mati sepanjang satu kilometer ini dilakukan secara gotong royong oleh berbagai pihak, termasuk Satgas Citarum Sektor 8, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, komunitas lingkungan Pandawara Group, serta sejumlah stakeholder lainnya.

Hingga saat ini, kegiatan telah berlangsung selama empat hari. "Kemarin saya memantau langsung kondisi di Oxbow Cicukang. Kawasan ini merupakan sungai mati sepanjang kurang lebih satu kilometer, namun sangat memprihatinkan karena dipenuhi sampah," ujar Herman.

Menurutnya, sebagian besar sampah yang memenuhi Oxbow Cicukang berasal dari berbagai wilayah di Bandung Raya yang bermuara ke lokasi tersebut. Hingga saat ini, sekitar 300 meter area telah dibersihkan dengan total 200 ton sampah yang berhasil diangkut.

Masih tersisa sekitar 700 meter area yang diperkirakan mengandung 650 ton sampah. "Kami menargetkan pembersihan ini selesai paling lambat pertengahan Februari 2025. Berbagai pihak terkait sudah dikoordinasikan agar proses ini bisa dipercepat," tambahnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah mengonsolidasikan sejumlah perangkat kerja seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Dinas Sumber Daya Air. Kolaborasi juga melibatkan Satgas Citarum Harum, pemerintah daerah di Bandung Raya, serta komunitas pegiat lingkungan.

Herman menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah harus dimulai dari hulu, yaitu di tingkat rumah tangga. Ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam memilah dan mengurangi sampah dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

"Jika pengelolaan sampah di rumah tangga bisa dilakukan dengan baik, setidaknya 50 persen masalah sampah sudah selesai. Di tingkat lingkungan, 30 persen bisa ditangani, sehingga hanya tersisa 20 persen residu yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir," jelasnya.

Lebih lanjut, Herman menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang terukur agar kapasitas Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti tetap mencukupi hingga 2027. Hal ini dilakukan agar TPPAS Legok Nangka, yang direncanakan beroperasi pada 2028, dapat menangani permasalahan sampah secara berkelanjutan.

Pemprov Jabar mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan dengan mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah. Dengan langkah ini, diharapkan permasalahan sampah di Bandung Raya dan sekitarnya dapat dikendalikan secara lebih baik di masa mendatang. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Koperasi Desa Didorong Jadi Pusat Ekonomi Modern dan Terintegrasi
Pertamina Genjot Energi Bersih, Produksi Listrik Capai 8.743 GWh
Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan Kerja ke Eropa
Kontak Tembak Satgas Damai Cartenz dan KKB Terjadi di Yahukimo, Tak Ada Korban Jiwa
Asrama Atlet NPCI Jateng Diresmikan, Gubernur Dorong Prestasi Paralympic Meningkat
TikTok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Perketat Pengawasan Platform Digital
komentar
beritaTerbaru