Jumat, 22 Mei 2026

Sumut Tingkatkan Daya Saing Industri dan Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Perkuat IKM

Kamis, 02 April 2026 10:12 WIB
Sumut Tingkatkan Daya Saing Industri dan Hilirisasi Komoditas Unggulan untuk Perkuat IKM
Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap menyampaikan paparan terkait penguatan IKM dan hilirisasi komoditas unggulan di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (31/3/2026). (Dok/Sumutprov)
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan sektor industri melalui peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) serta percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Langkah ini dinilai strategis mengingat potensi besar yang dimiliki Sumut, mulai dari kekayaan sumber daya alam, letak geografis yang strategis, hingga ketersediaan tenaga kerja.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan bahwa pengembangan industri di Sumut harus difokuskan pada penguatan IKM berbasis potensi lokal, pengembangan kawasan industri, serta hilirisasi komoditas unggulan.

“Untuk meningkatkan potensi industri di Sumut, kita perlu memfokuskan pada penguatan industri kecil dan menengah (IKM), selain itu juga pengembangan kawasan industri dan hilirisasi komoditas unggulan,” ujar Dedi dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Selasa.

Ia menjelaskan, industri lokal saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya tingginya biaya produksi dan rendahnya daya saing. Berdasarkan data Dinas Perindag ESDM Sumut, hingga tahun 2025 terdapat 194.089 IKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 399.194 orang.

Menurut Dedi, dilansir dari laman Sumutprov, IKM berbasis potensi lokal memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap sektor ini harus terus ditingkatkan melalui berbagai program.

“IKM perlu didukung dalam peningkatan proteksi, akses pembiayaan, pelatihan keterampilan, serta pendampingan dalam manajemen dan pemasaran. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu IKM memperluas pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Pada tahun 2026, Dinas Perindag ESDM Sumut menargetkan peningkatan kapasitas dan daya saing IKM melalui pelatihan serta bantuan peralatan kepada 80 pelaku usaha kopi. Selain itu, akan ditumbuhkan 60 wirausaha baru di sektor kopi dan 35 wirausaha di sektor kuliner melalui program serupa.

“Kami juga berkolaborasi dengan Dekranasda untuk pelatihan diversifikasi produk serta mengikuti ajang promosi melalui pameran, guna membawa produk lokal ke kancah nasional dan internasional,” ujarnya.

Di sisi lain, pengembangan kawasan industri juga terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Dedi menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Kawasan Industri Medan telah menjadi pusat pertumbuhan industri yang signifikan.

“Kawasan ini tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” jelasnya.

Ke depan, Pemprov Sumut akan terus mengembangkan kawasan industri baru berbasis potensi daerah guna meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

Sementara itu, hilirisasi komoditas unggulan menjadi fokus utama dalam meningkatkan nilai tambah produk daerah. Sumatera Utara dikenal sebagai penghasil utama kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao yang selama ini sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi.

“Melalui hilirisasi, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti oleokimia dari kelapa sawit, produk jadi berbahan karet, maupun makanan dan minuman berbasis kopi dan kakao. Dengan demikian, nilai ekonomi yang dihasilkan akan lebih besar dan berdampak luas bagi perekonomian daerah,” pungkasnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemprov Sumut optimistis sektor industri dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru