Wabup Deni Lumbantoruan Tekankan Kolaborasi dan Inovasi untuk Majukan Pariwisata Taput
Tarutung (buseronline.com) Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr Deni Parlindungan Lumbantoruan MEng menekankan pentingnya kolaborasi, optimalis
Ekonomi 10 jam lalu
Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Medan terus mematangkan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya penanganan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman menyampaikan bahwa sejumlah tahapan penting menuju pembangunan fasilitas tersebut telah mulai dilakukan oleh pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Wiriya saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pemerintah Daerah untuk PSEL Batch 2 yang dipimpin Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Amran.
Rakor tersebut digelar secara virtual dan diikuti dari Command Center Balai Kota Medan, Rabu. Dalam rapat tersebut, Wiriya didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Melvi Marlabayana.
Dilansir dari laman Diskominfo Medan, Wiriya menjelaskan bahwa Pemko Medan telah melakukan pembebasan lahan seluas 5 hektare yang berlokasi di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
Lahan tersebut berada tepat di samping Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun milik Pemko Medan dan disiapkan khusus untuk pembangunan fasilitas PSEL.
“Lahan seluas 5 hektare ini memang kita siapkan khusus untuk pembangunan PSEL. Lokasinya berada di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dan bersebelahan langsung dengan TPA Terjun milik Pemko Medan,” jelas Wiriya.
Selain itu, Pemko Medan juga telah menerbitkan Keputusan Wali Kota Medan terkait penetapan lokasi pembangunan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang nantinya akan menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah.
Menurut Wiriya, pada Tahun Anggaran 2026 Pemko Medan juga telah mengalokasikan anggaran untuk proses pematangan lahan yang telah dibebaskan tersebut. Langkah ini dilakukan agar pembangunan fasilitas PSEL dapat segera direalisasikan.
“Proses ini sudah berjalan dan pada tahun 2026 kami tetap melanjutkan pembebasan lahan agar kebutuhan lahan untuk PSEL benar-benar memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kawasan yang direncanakan untuk pengembangan proyek tersebut memiliki luas sekitar 14,4 hektare. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 9,4 hektare lahan tambahan yang akan dibebaskan oleh Pemko Medan.
“Jadi total lahan yang akan dibebaskan mencapai 14,4 hektare. Saat ini sudah tersedia 5 hektare untuk pembangunan PSEL, sedangkan pembebasan lahan seluas 9,4 hektare lagi ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2026,” kata Wiriya.
Ia menjelaskan bahwa tambahan lahan tersebut akan difokuskan untuk pengembangan kawasan pengelolaan sampah secara menyeluruh, sementara lahan yang saat ini tersedia dinilai telah memenuhi persyaratan untuk pembangunan fasilitas PSEL.
Lebih lanjut, Wiriya mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pengembangan PSEL Medan Raya yang melibatkan kerja sama lintas daerah. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, dan Pemerintah Kabupaten Deliserdang.
Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan kewajiban penyediaan volume sampah yang akan diolah di fasilitas PSEL nantinya.
“Produksi sampah di Kota Medan saat ini mencapai sekitar 1.500 hingga 1.600 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.300 ton per hari direncanakan akan diolah melalui PSEL. Sementara 300 ton per hari akan berasal dari Kabupaten Deli Serdang,” jelasnya.
Dengan kapasitas tersebut, Pemko Medan optimistis pembangunan fasilitas PSEL dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah di wilayah Medan Raya sekaligus menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah.
“Kami siap untuk segera merealisasikan pembangunan PSEL ini agar persoalan sampah dapat ditangani secara modern, ramah lingkungan, dan memberi manfaat tambahan berupa energi listrik,” pungkas Wiriya. (R)
Tarutung (buseronline.com) Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr Deni Parlindungan Lumbantoruan MEng menekankan pentingnya kolaborasi, optimalis
Ekonomi 10 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terus mendorong pemerataan akses pendidikan yang layak dan setara b
Pendidikan 10 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperkuat langkah pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok
Ekonomi 12 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Amerika Serika
Ekonomi 12 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Polri melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) terus melakukan proses identifikasi korban KM Virgo Trans
Hukum & Peristiwa 13 jam lalu
Garut (buseronline.com) Minyak Akar Wangi Garut atau Java Vetiver Oil mendapat pengakuan melalui proses Sertifikat Indikasi Geografis (IG)
Ekonomi 14 jam lalu
Garut (buseronline.com) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terus memperkuat peran Bunda PAUD dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar satu
Pendidikan 14 jam lalu
Medan (buseronline.com) Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Kota
Ekonomi 15 jam lalu
Ciamis (buseronline.com) Ribuan warga Kabupaten Ciamis antusias mengikuti rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke43 mela
Kesehatan 16 jam lalu
Bandung (buseronline.com) Jambore Gempita 2026 (Gerakan Masyarakat Pintar) menghadirkan beragam kegiatan literasi yang dikemas secara krea
Pendidikan 17 jam lalu