Minggu, 23 Agustus 2026

Dinkes Sumut Pastikan Nol Kasus Chikungunya Hingga Agustus 2025

Jumat, 15 Agustus 2025 07:19 WIB
Dinkes Sumut Pastikan Nol Kasus Chikungunya Hingga Agustus 2025
Ilustrasi Nyamuk Aedes Penyebab Chikungunya.
Medan (buseronline.com) - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan, hingga 12 Agustus 2025 tidak ditemukan kasus chikungunya yang terkonfirmasi di wilayah ini. Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang menyebut Sumut masuk lima besar daerah dengan jumlah kasus terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumut, Novita Rohdearni Saragih, menjelaskan bahwa data yang beredar merujuk pada angka suspek chikungunya, bukan kasus yang telah dipastikan melalui uji laboratorium.

“Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) pada Early Warning and Response System (EBS), kasus chikungunya terkonfirmasi di Sumut pada tahun ini adalah nol. Sementara data dari Indicator-Based Surveillance (IBS) mencatat 1.218 kasus suspek,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Menurut Novita, situasi tahun ini justru lebih baik dibandingkan 2024, ketika tercatat 27 kasus positif chikungunya yang tersebar di Tapanuli Utara (13 kasus), Samosir (12 kasus), dan Batubara (2 kasus).

“Memasuki pertengahan Agustus 2025, Sumut tetap bebas dari kasus terkonfirmasi chikungunya,” tegasnya.

Chikungunya merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Gejalanya antara lain demam tinggi mendadak, nyeri sendi hebat, ruam kulit, dan pada sebagian kasus dapat menimbulkan nyeri sendi berkepanjangan.

Dinkes Sumut menyatakan pihaknya tetap siaga dengan memantau laporan suspek, melakukan penyelidikan epidemiologi, menyalurkan logistik seperti Rapid Diagnostic Test (RDT) dan insektisida, serta mengedukasi masyarakat melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Warga diimbau melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+, yakni menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, menabur bubuk abate, serta melengkapi dengan langkah pencegahan lain seperti menggunakan kelambu, pakaian tertutup, dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat tetap waspada dan segera memeriksakan diri bila mengalami demam tinggi mendadak. Upaya pencegahan bersama adalah kunci agar Sumut tetap bebas chikungunya,” tutup Novita. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Eks Pabrik Kina Bandung Jadi Jejak Sejarah Industri Farmasi Indonesia
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
KPK dan Pemprov Sulut Perkuat Komunikasi Publik untuk Pencegahan Korupsi
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
Wagub Sumut Apresiasi Kontribusi USU dalam Pembangunan Daerah
komentar
beritaTerbaru