Senin, 06 Juli 2026

Kemarau Tak Kunjung Usai, DPRD Toba Minta PT Inalum Atasi Kebakaran Lewat Rekayasa Cuaca

Kamis, 17 Juli 2025 13:42 WIB
Kemarau Tak Kunjung Usai, DPRD Toba Minta PT Inalum Atasi Kebakaran Lewat Rekayasa Cuaca
Sekretaris Komisi B DPRD Toba Andi Sumillam Sibarani.
Balige (buseronline.com) - Musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Tapanuli, termasuk Kabupaten Toba, telah memicu serangkaian kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, diperkirakan hujan tidak turun di kawasan ini selama hampir empat bulan.

Kondisi ini telah mendorong warga di berbagai desa dan gereja di Toba untuk menggelar doa bersama, memohon agar Tuhan segera menurunkan hujan demi mengakhiri kekeringan yang berpotensi membahayakan.

Menyikapi situasi tersebut, Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toba, Andi Sumillam Sibarani, angkat bicara. Ia menyoroti dampak kebakaran yang telah menghanguskan ratusan hektare lahan, khususnya di Kecamatan Balige dan Kecamatan Tampahan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Selain mengancam pemukiman warga, asap dari kebakaran juga menyelimuti Balige dan sekitarnya. Ini bisa menimbulkan penyakit saluran pernapasan,” ujar Andi kepada sejumlah wartawan di Balige, Kamis (17/7/2025).

Sebagai langkah konkret penanganan, Andi meminta agar PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bersedia melakukan rekayasa cuaca, khususnya di kawasan Danau Toba. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan hujan buatan untuk membantu memadamkan titik-titik api yang sulit dijangkau petugas pemadam kebakaran.

“Kita berharap PT Inalum bersedia membuat rekayasa cuaca agar hujan turun di kawasan Danau Toba ini. Jangan hanya saat air Danau Toba surut mereka buat rekayasa, saat bencana seperti ini mereka juga harus bersedia,” tegasnya.

Menurut Andi, PT Inalum dapat menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menjalankan operasi rekayasa cuaca tersebut.

“Ini bentuk tanggung jawab moral dan sosial perusahaan yang selama ini memanfaatkan air Danau Toba untuk operasional. Saat masyarakat terdampak bencana, mereka harus hadir dan terlibat aktif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat berada di luar rumah guna menghindari dampak negatif dari asap kebakaran yang semakin pekat.

Situasi kekeringan yang berkepanjangan ini menjadi alarm bagi semua pihak, termasuk perusahaan besar dan pemerintah daerah, untuk saling bahu-membahu dalam penanganan bencana dan perlindungan lingkungan. (Galung)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Maroko Gilas Kanada 3-0, Singa Atlas Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Prancis Singkirkan Paraguay 1-0, Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia U-17 Ditahan Imbang Malaysia 1-1 pada Debut David Nascimento
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
komentar
beritaTerbaru