Kamis, 08 Oktober 2026

Siswi SMA Tewas Tenggelam di Kolam Renang Kades Sianjur Mulamula, Keluarga Menolak Autopsi

Jumat, 11 Juli 2025 09:50 WIB
Siswi SMA Tewas Tenggelam di Kolam Renang Kades Sianjur Mulamula, Keluarga Menolak Autopsi
Saat jenazah SPL sempat dibawa ke RSUD Hadrianus Pangururan, namun pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi.
Samosir (buseronline.com) - Peristiwa tragis menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial SPL (17), yang ditemukan tewas tenggelam di sebuah kolam renang milik Kepala Desa (Kades) Sipitudai, JJ Limbong, di Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Kamis (10/7/2025).

Korban yang diketahui merupakan warga Dusun III, Desa Sarimarrihit, dan siswi kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Samosir itu datang ke lokasi sekitar pukul 09.00 WIB bersama seorang rekannya dan anggota keluarga bernama HP, serta tiga anak kecil berinisial DL, PS, dan LL.

Kapolsek Harian, Ipda Rahmat Kurniawan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia bersama personel Polsek Harian Polres Samosir langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan adanya korban tenggelam.

“Sekitar pukul 11.30 WIB, korban SPL yang tengah berenang, tiba-tiba tenggelam. Warga yang berada di lokasi berupaya menolong dan segera membawa korban ke Puskesmas Limbong,” ujar Ipda Rahmat.

Kepala Puskesmas Limbong, dr Daniel Sembiring, menjelaskan bahwa SPL tiba dalam kondisi tidak sadar. Pihak medis sempat memberikan pertolongan pertama dengan oksigen dan infus, namun karena kondisinya yang cukup parah, korban dirujuk ke RSUD Hadrianus Sinaga di Pangururan.

“Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis di RSUD Hadrianus Sinaga pada pukul 12.10 WIB,” terang Ipda Rahmat.

Pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan keluarga korban. Namun, saat disarankan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian, keluarga menolak dan memilih membawa jenazah ke rumah duka.

Ketika dikonfirmasi terpisah, Kades Sipitudai JJ Limbong mengakui bahwa kolam tersebut merupakan miliknya secara pribadi dan baru dibuka untuk umum selama satu bulan terakhir.

“Kolam renang itu milik saya pribadi dan memang baru beroperasi sekitar sebulan. Saya sangat terkejut dan sedih atas kejadian ini,” ujarnya saat menghadiri prosesi pemakaman korban pada Jumat (11/7/2025).

Menurut JJ Limbong, kedalaman kolam tersebut adalah 1,5 meter, namun pada saat kejadian, air di dalam kolam tidak sepenuhnya mencapai kedalaman maksimal.

“Tinggi kolam 1,5 meter, dan airnya pun tidak penuh. Saya juga bingung, karena tinggi korban lebih dari 1,5 meter. Saya benar-benar tidak menyangka bisa terjadi seperti ini,” ungkapnya sedih.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mengunjungi keluarga korban usai pemakaman dan berkomitmen memberikan bantuan sebagai bentuk empati atas musibah tersebut.

“Kami sangat berduka. Setelah penguburan nanti, kami akan temui keluarga korban dan memberikan dukungan semampu kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, mengonfirmasi kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah.

“Pengawasan dari orang tua sangat penting. Pastikan anak-anak berada dalam kegiatan yang aman dan terpantau demi menghindari kejadian serupa,” tegas Brigpol Gunawan.

Jenazah korban rencananya akan dimakamkan pada Jumat sore usai prosesi ibadah di gereja. (Galung)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
komentar
beritaTerbaru