Jumat, 03 Juli 2026

RS Adam Malik Sediakan Layanan Transplantasi Ginjal, Solusi bagi Penderita Ginjal Kronis

Jumat, 14 Maret 2025 11:43 WIB
RS Adam Malik Sediakan Layanan Transplantasi Ginjal, Solusi bagi Penderita Ginjal Kronis
Ketua Pokja Transplantasi Ginjal RSUP Adam Malik, Dr dr Alwi Thamrin Nasution SpPD-KGH, bersama tim dokter spesialis saat meninjau ruang perawatan pasien ginjal di RS Adam Malik, Medan, Kamis (13/3/2025).
Medan (buseronline.com) - Transplantasi ginjal menjadi solusi terbaik bagi pasien penyakit ginjal kronis stadium akhir. Kini, layanan operasi ini sudah bisa dilakukan di Rumah Sakit (RS) Adam Malik, Medan, dengan biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Ketua Pokja Transplantasi Ginjal RS Adam Malik, Dr dr Alwi Thamrin Nasution, SpPD-KGH, mengungkapkan bahwa jumlah penderita penyakit ginjal kronis terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), insiden penyakit ini naik dari 2% pada 2013 menjadi 3,8% pada 2018. Penyebab utama adalah hipertensi dan diabetes.

“Untuk menangani penyakit ginjal kronis, pasien membutuhkan terapi pengganti ginjal. Ada dua pilihan, yaitu dialisis atau cuci darah, serta transplantasi ginjal. Dari kedua metode ini, transplantasi ginjal adalah yang terbaik karena dapat menggantikan fungsi ginjal secara lebih menyeluruh, termasuk dalam produksi hormon. Hal ini membuat kualitas hidup pasien lebih baik dan meningkatkan angka harapan hidup mereka,” jelas dr Alwi, Kamis.

RS Adam Malik telah menjalankan layanan transplantasi ginjal sejak 2017 dengan pendampingan dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Setelah melalui proses panjang, rumah sakit ini akhirnya dinyatakan mandiri dalam melakukan transplantasi ginjal pada Maret 2024. Hingga kini, sudah ada 13 operasi transplantasi ginjal yang berhasil dilakukan di rumah sakit ini.

“Keberhasilan transplantasi ginjal saat ini mencapai 95%, didukung oleh teknologi mutakhir dan obat-obatan yang lebih baik. Masa persiapan transplantasi sekitar tiga bulan, termasuk pemeriksaan pasien donor dan penerima. Setelah operasi, pasien donor biasanya dirawat selama lima hari, sementara pasien penerima rata-rata 10 hari sebelum dipulangkan dan menjalani kontrol rutin di poliklinik,” tambah dr Alwi.

Sementara itu, Sekretaris Pokja Transplantasi Ginjal RS Adam Malik, dr Radar Radius Tarigan, MKed(PD), SpPD-KGH, menyatakan bahwa sebelumnya banyak pasien harus dirujuk ke Jakarta karena keterbatasan layanan di Medan. Namun, dengan status mandiri saat ini, RS Adam Malik siap menangani lebih banyak kasus transplantasi ginjal di Sumatera Utara.

Tim transplantasi ginjal RS Adam Malik terdiri dari 23 tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis penyakit dalam, urologi, anestesi, radiologi, patologi klinik, serta perawat ahli. Dengan pengalaman sejak 2017 dan dukungan manajemen yang baik, tingkat keberhasilan transplantasi ginjal di rumah sakit ini cukup tinggi.

“Kami optimistis bisa memberikan layanan terbaik bagi pasien yang membutuhkan transplantasi ginjal di RS Adam Malik,” pungkas dr Radar. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemprov Sumut Razia Truk Bertonase Besar, Cegah Kerusakan Jalan Lubukpakam-Galang
Pemko Bandung Aktifkan Kembali Siskamling dan Ronda Malam Cegah Begal saat Libur Sekolah
Pemko Bandung Verifikasi Data Kependudukan untuk Pastikan SPMB Berjalan Adil
Bandung Bagikan Inovasi Digitalisasi Parkir kepada Kota Padang
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp4,2 Miliar kepada KPU dan Polri
NTP Jawa Tengah Naik 0,75 Persen pada Juni 2026, Daya Beli Petani Meningkat
komentar
beritaTerbaru