Minggu, 25 Oktober 2026

Pj Gubernur Sumut Ajak APH Pantau Dugaan Penyelewengan PON XXI

Kamis, 12 September 2024 04:21 WIB
Pj Gubernur Sumut Ajak APH Pantau Dugaan Penyelewengan PON XXI
Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni diwawancarai wartawan usai konferensi pers di Media Center Utama, Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (11/9/2024).
Medan (buseronline.com) - Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni secara terbuka mempersilahkan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawasi penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut menyusul dugaan penyelewengan anggaran.

"Silahkan awasi kami," saat menjawab pertanyaan terkait dugaan penyelewengan anggaran," kata Fatoni dalam konferensi pers di Media Center Utama, Hotel Santika Dyandra Medan.

Ia menegaskan bahwa meskipun beberapa venue PON XXI masih dalam tahap pengerjaan, semuanya akan selesai tepat waktu, termasuk venue yang memenuhi standar internasional.

Fatoni mengkonfirmasi bahwa keluhan dari atlet mengenai beberapa venue, seperti venue futsal yang bocor, telah ditangani dengan cepat oleh panitia menggunakan penutup plastik.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengungkapkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menerima laporan terkait dugaan penyelewengan dalam penyelenggaraan PON di Sumut.

Dito mengonfirmasi bahwa pihaknya akan segera mengajukan proses resmi ke Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri untuk meminta pendampingan dan investigasi lebih lanjut.

Proses ini diharapkan dapat memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan PON XXI, serta mengatasi setiap potensi penyimpangan anggaran. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Sumut Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Ahmad Luthfi Raih Detik Jateng-Jogja Award 2026, Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun
Korbrimob Polri Hadiri NCT APAC 2026, Perkuat Kemampuan Hadapi Ancaman Bahan Peledak
CKG Sumut Capai 32,81 Persen, Target 46 Persen hingga Akhir 2026
Bobby Nasution Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Selat Malaka
Pemko Medan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa, Maksimal Rp6 Juta per Semester
komentar
beritaTerbaru