Kamis, 08 Oktober 2026

Satukan Pemahaman Mantapkan Kerukunan Hidup Umat Beragama

Selasa, 27 Desember 2022 15:29 WIB
Satukan Pemahaman Mantapkan Kerukunan Hidup Umat Beragama
Sarasehan Pemuka Agama dengan Pemkab Deliserdang Tahun 2022, digelar di Aula SMK Negeri 1 Beringin, Senin (26/12/2022). (Dok/Kominfo Deliserdang)
Beringin (buseronline.com) - Sarasehan Pemuka Agama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang Tahun 2022, digelar di Aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Beringin, Senin (26/12/2022).

"Kabupaten Deliserdang dengan potensi wilayahnya yang besar serta memiliki keberagaman sosial kemasyarakatan, menginginkan kokohnya persatuan dan kesatuan," ungkapnya.

Acara itu dihadiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Deliserdang, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Organisasi Masyarakat Islam yang terdiri dari Muhammadiyah, Alwashliyah dan Nahdlatul Ulama, Forum Komunikasi Pemuka Agama (FKPA) dan pengurus masjid dari lima kecamatan yakni Galang, Pagar Merbau, Lubuk Pakam, Beringin dan Pantai Labu.

Masyarakat Deliserdang yang tersebar dari setiap kecamatan, hidup dalam keberagaman suku, agama, sosial dan budaya memiliki dinamika sosialnya masing-masing. Karenanya peran pemuka agama sangat dibutuhkan, sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mendeteksi ancaman, hambatan dan gangguan di kehidupan masyarakat.

Sarasehan tersebut merupakan amanah serta perintah dari Peraturan Bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No.9 Tahun 2006 dan Nomor: 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

Digelarnya sarasehan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kondusivitas di tengah-tengah masyarakat, menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama, yang dilandasi melalui toleransi, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan banyaknya masalah radikalisme dan kekerasan yang sering dikaitkan dengan isu satu aliran agama.

Meskipun Deliserdang dilatarbelakangi adanya perbedaan, namun harus tetap menjujung tinggi nilai persatuan dan kesatuan, serta menunjukkan perbedaan adat, suku, budaya dan agama tidak menjadi pemisah antar masyarakat.

Betapa banyak ragam etnis yang memiliki budaya dan menjadikan Kabupaten Deliserdang. Karenanya, kebudayaan yang ada dan mengakar jangan sampai hilang. Budaya-budaya dari para leluhur dan orang-orang tua, menurutnya, tidak merusak nilai-nilai agama. Malah justru budaya asinglah yang berpotensi memunculkan pemicu ketegangan atau konflik antar kelompok.

"Untuk itu, kita satukan pemahaman dalam memantapkan kerukunan hidup umat beragama, dengan semakin menguatkan komitmen untuk lebih aktif menyosialisasikan penguatan kearifan lokal dalam membina kerukunan umat beragama," papar Sekda.

Ia juga berharap, sarasehan yang dilaksanakan bisa terus berlanjut, sehingga visi-misi Deliserdang yang maju, sejahtera, religius dan rukun dalam kebhinekaan bisa segera terwujud.
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
komentar
beritaTerbaru