Senin, 06 Juli 2026

Menjaga Keutuhan NKRI, Polres Sergai Gelar FGD Kontra Radikalisme

Jumat, 22 September 2023 05:47 WIB
Menjaga Keutuhan NKRI, Polres Sergai Gelar FGD Kontra Radikalisme
Usai kegiatan, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Nurul Azizah, Nasir Abbas, dan Wakapolres Sergai Kompol DC Aritonang diabadikan bersama para tokoh agama dan perwakilan pelajar peserta FGD, Kamis (21/9/2023). (Dok/Humas Polres Sergai)
Sergai (buseronline.com) - Polres Sergai menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka kontra radikal, di Aula Patriatama Polres Sergai Sei Rampah.

Dengan tema "Terorisme adalah musuh kita bersama", FGD dihadiri Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Nurul Azizah, Kasubbag Renmin Humas Polda Sumut AKBP Gatot Hendro Hartono, Kabag Ops Polres Sergai Kompol LS Siregar, Kasat Intelkam AKP Siswoyo, Kasat Binmas AKP R Panjaitan, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut B Manullang, Kabid SMP Dinas Pendidikan Sergai Maryam, serta diikuti pengurus FKUB Sergai, para tokoh agama, Bhabinkamtibmas Polres Sergai dan Babinsa Kodim 0204/DS, serta pelajar.

Kapolres Sergai diwakili Wakapolres Kompol DC Aritonang saat membuka kegiatan meminta para peserta untuk menjaga keutuhan NKRI, dan tidak mudah terprovokasi dengan berita hoaks.

"Semoga, penjelasan dari narasumber nanti dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua," katanya.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Nurul Azizah selaku ketua tim mengatakan teroris adalah musuh bersama.

Oleh karenanya, ia mengajak untuk mencegah faham radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI .

"FGD Kontra Radikal ini merupakan program Kapolri, yang juga upaya preventif untuk mencegah faham radikalisme," ujarnya.

Nasir Abbas, mantan anggota terorisme yang bertindak sebagai narasumber dalam FGD tersebut menyampaikan sebagai mantan anggota Jamaah Islamiyah.

Ia sangat bersyukur ditangkap dan disadarkan melalui program deradikalisasi untuk memahami ajaran agama Islam yang sebenarnya.

"Saya berasal dari Singapura dan mantan Pimpinan Jamaah Islamiyah yang sudah pernah berperang di Afganistan. Dan saya mempengaruhi orang untuk menjadi pelaku bom bunuh diri dan mengajak orang berjihad," ujarnya.

Nasir Abbas menyebut dirinya adalah contoh yang salah, dan meminta para peserta untuk tidak mencontoh dirinya.

"Saya sangat menyesal melakukannya. Karena di umur 18 tahun, saya sudah meninggalkan keluarga pergi ke Afganistan," ungkapnya.

Ia menjelaskan jika kelompok terorisme seperti, JI, JAD, ISIS, NI, dan HTI, ingin menegakkan negara Islam sesuai dengan khilafah dengan jalan berjihad memerangi negara Indonesia.

"Untuk itu, kita harus memperkokoh Negara Indonesia dan NKRI harga mati," tegasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
Kemendikdasmen Luncurkan SPMB PJJ 2026, Upaya Kembalikan Jutaan Anak Tidak Sekolah
Kemenkes Kirim Bantuan Logistik Kesehatan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin
Maroko Gilas Kanada 3-0, Singa Atlas Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
komentar
beritaTerbaru