Selasa, 07 Juli 2026

Dinas P3AP2KB Dairi Gelar Sosialisasi Upaya Penurunan Stunting dan Praktik Memasak di Desa Bakal Julu

Kamis, 21 September 2023 04:52 WIB
Dinas P3AP2KB Dairi Gelar Sosialisasi Upaya Penurunan Stunting dan Praktik Memasak di Desa Bakal Julu
Dinas P3AP2KB praktik cara memasak makanan dengan baik tanpa merusak kandungan gizi di dalamnya, di Desa Bakal Julu, Kabupaten Dairi, Selasa (19/9/2023). (Dok/Kominfo Dairi)
Sidikalang (buseronline.com) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi menggelar sosialisasi pemberdayaan kelompok masyarakat melalui dapur sehat atasi stunting (Dashat) di kampung keluarga berkualitas (KKB) Desa Bakal Julu, Kabupaten Dairi.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluh, dan Penggerak dari DP3AP2KB, Lasmi Sagala menyampaikan peserta yang mengikuti kegiatan Dashat adalah pasangan usia subur (PUS), keluarga yang memiliki bayi dua tahun (baduta), ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pengantin (catin) yang memiliki risiko terkena stunting.

Kemudian, pada kegiatan itu juga melibatkan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting yang diharapkan dapat mensosialisasikan kembali ilmu yang diperoleh kepada masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan edukasi, mensosialisasikan tentang kandungan gizi dan praktik langsung, sehingga masyarakat mengerti tentang makanan bergizi, cara pengolahan agar kandungan gizi tidak rusak," ucapnya.

Kegiatan sosialisasi itu merupakan bagian dari penurunan stunting di Dairi, sehingga program Dairi Unggul dapat terwujud.

Sementara, Kepala Desa Bakal Julu Sahala Situmorang menyampaikan apresiasi kegiatan yang dilaksanakan DP3AP2KB sebagai upaya percepatan penanganan stunting. Antusias masyarakat cukup tinggi.

Sahala menyampaikan di Desa Bakal Julu terdapat banyak jenis tanaman yang dapat diolah sebagai sumber makanan bergizi.

Namun, dikarenakan ketidaktahuan masyarakat, banyak bahan makanan yang salah pengolahannya sehingga gizinya menjadi rusak.

Dengan kegiatan itu, masyarakat lebih memahami cara pengolahan makanan yang baik dan benar sehingga gizinya tepat.

"Kita berharap dengan kegiatan tersebut kedepan tidak ada lagi anak stunting akibat kekurangan gizi," pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Wamenkes: Obesitas Harus Dipandang sebagai Penyakit Kronis, Jadi Pemicu Utama Diabetes
Tiga Personel Satresnarkoba Polres Katingan Gugur Saat Bertugas, Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta
Pemprov Sumut Dukung Penguatan Konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung-Penang Port
FK USU Perkuat Layanan Kesehatan di Nias Utara, Dokter PPDS Hadapi Tantangan Minim Fasilitas
Dukungan Ayah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Mental Ibu
Disarpus Kabupaten Bekasi Hadirkan Buku Sejarah Lokal untuk Perkuat Literasi Masyarakat
komentar
beritaTerbaru