Selasa, 07 Juli 2026

Door to Door Sistem Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Polres Labuhanbatu

Senin, 18 September 2023 03:34 WIB
Door to Door Sistem Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Polres Labuhanbatu
Kasi Dokkes Polres Labuhanbatu Ipda dr Yessy Simbolon bersama tim terpadu stunting memberikan makanan tambahan untuk balita terindikasi stunting di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (16/9/2023). (Dok Humas Polres)
Rantauprapat (buseronline.com) - Polres Labuhanbatu mendukung upaya pemerintah menekan stunting. Tim Terpadu Stunting kepolisian ini gencar melakukan percepatan penanggulangan dan antisipasi stunting di Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara, wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

Kapolres Labuhanbatu melalui Kasi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Ipda dr Yessy Simbolon menyampaikan bahwa Polres Labuhanbatu bersama Tim Terpadu Stunting gencar melakukan kegiatan percepatan penurunan dan antisipasi stunting di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

“Berdasarkan data per Juli 2023, jumlah anak stunting di Kabupaten Labuhanbatu Utara sebanyak 338 anak dan di Kabupaten Labuhanbatu 194 anak. Angka stunting ini harus diturunkan. Hal inilah yang menjadi latar belakang dan urgensi perlunya upaya percepatan dalam penanganan stunting melalui inovasi problem solving dengan penerapan strategi pemolisian 4.0," kata dr Yessy dalam press release yang disampaikan Kasubsi PIDM Seksi Humas Iptu Arwin kepada sejumlah wartawan.

Yessy menambahkan salah satu upaya yang dilakukan dengan door to door sistem, yaitu secara langsung mendatangi atau mengunjungi rumah warga yang anaknya terindikasi stunting. Selanjutnya, tim melakukan pengecekan tinggi badan anak, berat badan anak serta asupan vitamin anak.

"Selain melakukan pengecekan TB dan BB anak terindikasi stunting, Polres Labuhanbatu bersama tim juga memberikan tambahan asupan gizi kepada anak, berupa biskuit balita, susu SGM, vitamin, telur, bubur kacang ijo serta sosialisasi kepada orang tua anak terkait pemahaman perlunya gizi dalam 1.000 hari masa pertumbuhan anak," sebutnya.

Yessy juga menyebutkan, Polres Labuhanbatu telah membuat aplikasi bernama PASTI Polres Labuhanbatu, untuk memudahkan Tim Terpadu Penanganan Stunting mengetahui perkembangan kesehatan anak terindikasi stunting yang telah ditangani.

Ia menjelaskan, aplikasi PASTI merupakan aplikasi berbasis android yang memudahkan Tim Terpadu Penanganan Stunting untuk mengetahui perkembangan kesehatan anak per minggu, asupan vitamin dan tambahan makanan bergizi yang telah diberikan, serta dapat secara langsung melakukan video call dengan anak stunting untuk mengetahui perkembangan pertumbuhannya.

"Polres Labuhanbatu akan terus melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk menekan angka stunting di wilayah hukum kita. Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden, Kapolri serta Kapolda Sumut dalam rangka menekan angka stunting di wilayah Indonesia," sebutnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
FK USU Perkuat Layanan Kesehatan di Nias Utara, Dokter PPDS Hadapi Tantangan Minim Fasilitas
Dukungan Ayah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Mental Ibu
Disarpus Kabupaten Bekasi Hadirkan Buku Sejarah Lokal untuk Perkuat Literasi Masyarakat
Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Pengungsian Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Salurkan 150 Paket Sembako
Museum KAA Bandung Kian Diminati, Lebih dari 35 Ribu Wisatawan Berkunjung Selama Semester I 2026
Panen Raya Udang Vaname, Pemprov Jateng Siapkan Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak Pantura
komentar
beritaTerbaru