Senin, 18 Mei 2026

Kepri Perkuat Kualitas Pendidikan Lewat Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran

Senin, 18 Mei 2026 14:10 WIB
Kepri Perkuat Kualitas Pendidikan Lewat Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memberikan kata sambutan saat kunjungan kerja menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Selasa (12/5/2026).

Batam (buseronline.com) - Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui sinergi bersama pemerintah pusat.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Selasa.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyangnyang Haris Pratamura mengatakan pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, keberhasilan Kepri menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

"Lingkungan belajar yang baik berpengaruh besar terhadap semangat murid. Melalui program revitalisasi ini, kami ingin seluruh satuan pendidikan di Kepulauan Riau menjadi tempat yang aman dan nyaman agar murid dapat belajar dengan bahagia," ujar Nyangnyang.

Ia juga mengapresiasi jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan instansi pendidikan di daerah yang terus mendampingi dinas pendidikan dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Warsita, menjelaskan bahwa progres pembangunan fisik sekolah di Kepri terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga 2026, antusiasme daerah terhadap program revitalisasi sekolah masih sangat tinggi dengan ratusan usulan bantuan yang masuk.

"Sebanyak 55 persen usulan telah diverifikasi layak menerima bantuan revitalisasi untuk jenjang PAUD hingga SMP, sedangkan jenjang SMA dan SMK masih dalam tahap finalisasi," kata Warsita.

Menurutnya, revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang lebih layak dan bermakna bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

"Anak-anak belajar lebih tenang, guru mengajar lebih optimal, dan sekolah menjadi pusat layanan pendidikan yang layak bagi semua," tambahnya.

Selain revitalisasi sekolah, kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 juga menjadi perhatian. Warsita menyebut seluruh delapan pemerintah daerah di Kepri telah merampungkan petunjuk teknis pelaksanaan SPMB guna memastikan proses penerimaan berjalan inklusif dan berkeadilan.

Di Batam, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut SPMB 2026 untuk jenjang SD dan SMP melalui sosialisasi intensif kepada proktor sekolah.

Hendri juga mengaku bersyukur atas perhatian langsung Mendikdasmen terhadap sekolah-sekolah yang masih membutuhkan bantuan, salah satunya SD Negeri 001 Sungai Beduk yang hingga kini masih menerapkan sistem belajar tiga shift.

"Saya sangat berterima kasih. Pak Menteri melihat langsung kondisi di lapangan dan memutuskan bantuan diubah dari rehabilitasi menjadi pembangunan ruang kelas baru. Ini sangat memotivasi murid dan guru kami," ujarnya.

Di sisi lain, penguatan digitalisasi pembelajaran juga terus didorong pemerintah. Hingga 2025, bantuan perangkat digital telah menjangkau ribuan sekolah di Kepri. Pada 2026, fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan pemanfaatan perangkat melalui pelatihan bagi tenaga pendidik.

"Yang belum mendapat tetap menjadi prioritas pemerataan, sementara yang sudah mendapat diperkuat pelatihannya agar kualitas pembelajaran benar-benar meningkat," jelas Warsita.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, seluruh kebijakan pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah hingga digitalisasi pembelajaran, bertujuan untuk memuliakan murid melalui pendidikan yang bermutu.

"Kata kunci dalam pendidikan itu adalah memuliakan. Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan yang paling utama adalah memuliakan murid-murid kita," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru