Selasa, 08 September 2026

Program Sekolah Rukun dan Ramah Anak, Densus 88 Bekali 110 Pendidik Cegah Paham IRET

Rabu, 19 November 2025 09:28 WIB
Program Sekolah Rukun dan Ramah Anak, Densus 88 Bekali 110 Pendidik Cegah Paham IRET
Para peserta dan narasumber menghadiri Sosialisasi Sekolah Rukun dan Ramah Anak yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati di Jakarta, Sabtu (15/11/2025). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88 AT) Polri mengambil peran aktif dalam pencegahan radikalisme sejak dini melalui kegiatan Sosialisasi Sekolah Rukun dan Ramah Anak. Program ini digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati, Sabtu, di Jakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri 110 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik, perwakilan sekolah, pimpinan cabang Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

IPDA Muhammad Audi Aqshal Afandi SPd dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri menyatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya damai dan toleransi di lingkungan pendidikan.

“Program ini merupakan upaya kolektif untuk mencegah penyebaran Ideologi Radikal Ekstremisme dan Terorisme (IRET) sejak dini, serta menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan peserta didik,” ujarnya.

Dalam sosialisasi, peserta diberikan materi mengenai pencegahan paham IRET, penguatan ideologi kebangsaan, dan bahaya bullying yang dapat menjadi pemicu radikalisme. Salah satu ilustrasi yang digunakan adalah kasus bullying di SMA 72, yang menunjukkan bagaimana kekerasan di lingkungan sekolah dapat memicu benih-benih radikalisme pada siswa.

IPDA Muhammad Audi menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan peserta sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan masing-masing.

“Harapan kami, para peserta dapat menjadi DUTA CEGAH yang memahami nilai toleransi, ideologi kebangsaan, serta ikut berperan dalam menangkal bahaya IRET di sekolah,” jelasnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan Deklarasi dan Komitmen Sekolah Rukun dan Ramah Anak oleh seluruh peserta sebagai simbol nyata dukungan terhadap program tersebut.

Program ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ideologi bangsa serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bebas dari pengaruh radikalisme. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Diskominfo Toba Dorong KIM Jadi Jembatan Informasi Pemerintah dan Masyarakat
Kabut Asap Menebal, Disdikpora Toba Imbau Sekolah Hentikan Aktivitas Luar Ruangan
Tekan Harga dan Kendalikan Inflasi, Pemkab Toba Segera Gelar Gerakan Pangan Murah
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Pemerintah Tutup Sejumlah Bandara
Pemkab Taput Hadiri Bersholawat dan Santuni Anak Yatim di Tarutung
Wabup Taput Tekankan Evaluasi Kinerja, Inovasi Pelayanan dan Transparansi Publik
komentar
beritaTerbaru