Rabu, 22 Juli 2026

Wamen Fauzan: Modal Kemajuan Bangsa Adalah Optimisme

Rabu, 21 Mei 2025 10:39 WIB
Wamen Fauzan: Modal Kemajuan Bangsa Adalah Optimisme
Wamen Fauzan memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-119 Universitas Pamulang di Tangerang Selatan, Minggu (18/5/2025). (Dok/Diktisaintek)
Tangerang Selatan (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Fauzan, menegaskan pentingnya membangun pola pikir optimistis sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Wisuda ke-119 Universitas Pamulang (Unpam) yang berlangsung di Tangerang Selatan, Minggu.

Dalam sambutannya di hadapan ribuan wisudawan dan civitas akademika Unpam, Wamen Fauzan menyampaikan bahwa pembangunan SDM Indonesia tidak hanya ditentukan oleh penguasaan keterampilan teknis dan tersedianya fasilitas pendidikan, tetapi juga oleh pola pikir yang konstruktif dan positif dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Secara administratif akademik, Anda sudah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar masing-masing. Tetapi yang harus ada di benak kalian adalah bahwa Anda harus menjadi aktor di kampus kehidupan. Hal ini bisa diraih dengan pola pikir positif. Anda harus optimis,” ujar Wamen Fauzan.

Ia mengutip laporan Warek III Unpam yang menyebut Unpam sebagai “Kampus Kehidupan”, dan mengenang pesan pendiri Unpam, almarhum Darsono, yang menyatakan bahwa pendidikan bukan semata soal formalitas, tetapi tentang kehidupan itu sendiri.

Dalam pidatonya, Fauzan mengajak para lulusan untuk tidak berhenti belajar, terus menumbuhkan semangat perubahan, dan menjauhi sikap pesimis maupun kebiasaan berdalih.

Ia memberikan ilustrasi perumpamaan seekor ulat yang harus melalui proses transformasi untuk menjadi kupu-kupu sebagai cerminan pentingnya perubahan dan ketekunan.

“Hidup harus bertransformasi dan berwawasan perubahan. Hal yang besar dimulai dari menekuni pekerjaan kecil. Ini evolusi yang harus ditanam dalam diri kalian,” ujarnya.

Wamen Fauzan juga menyoroti data Human Development Index (HDI) dari United Nations Development Programme (UNDP), di mana Indonesia berada pada peringkat 113 dengan skor 0.728, masih di bawah rata-rata global yang mencapai 0.8.

Meskipun terus mengalami peningkatan, ia menekankan bahwa SDM Indonesia harus mampu mengejar ketertinggalan ini dengan membangun pola pikir optimis yang produktif dan kolaboratif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Pranoto, juga menyampaikan apresiasinya kepada para lulusan dan menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam pengembangan perguruan tinggi.

“Berkontribusilah kepada masyarakat, dan kepada universitas. Untuk membangun suatu perguruan tinggi tidak hanya dari yayasan, rektorat, atau mahasiswanya, tetapi juga dari alumni yang berprestasi,” ujarnya.

Wamen Fauzan turut memberikan apresiasi kepada Universitas Pamulang atas komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas.

Ia menyebut Unpam sebagai contoh kampus yang mampu memproses mahasiswa biasa menjadi lulusan yang luar biasa dengan memaksimalkan energi positif dan pendekatan pembelajaran kehidupan.

Dengan semangat optimisme, lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa, berdaya saing global, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
komentar
beritaTerbaru