Rabu, 22 Juli 2026

Mendikdasmen Kunjungi Pondok Modern Dea Malela, Evaluasi Program Pembentukan Karakter

Rabu, 19 Februari 2025 09:36 WIB
Mendikdasmen Kunjungi Pondok Modern Dea Malela, Evaluasi Program Pembentukan Karakter
Mendikdasmen, Abdul Mu ti, bersama rombongan saat tiba di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sumbawa. (Dok/Kemendikdasmen)
Sumbawa (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu ti, melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Kabupaten Sumbawa, pada 14-15 Februari 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung penerapan inovasi pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan di pesantren tersebut.

Selama dua hari kunjungan, Menteri Mu ti meninjau berbagai aktivitas akademik dan non-akademik di PMI Dea Malela.

Ia turut menguji presentasi makalah ilmiah siswa SMA Dea Malela, menghadiri apel pagi, serta menyaksikan implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan untuk membentuk karakter unggul generasi muda dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pimpinan PMI Dea Malela, M Din Syamsuddin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendikdasmen. Ia menilai kunjungan ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan pesantren dan menegaskan bahwa program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat akan berkontribusi besar dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Dalam kesempatan yang sama, Penasehat Grand Shaikh Al Azhar, Nahla Shabri As-Sha idy, memberikan apresiasi terhadap sistem pembelajaran di PMI Dea Malela.

Dalam sesi dialog, ia menyoroti bahwa banyak santri Indonesia melanjutkan studi ke luar negeri, tidak hanya ke Al Azhar, tetapi juga ke berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya.

Nahla Shabri As-Sha idy juga memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara bahasa Fushah dan Amiyah dalam bahasa Arab.

Ia menjelaskan bahwa bahasa Fushah digunakan dalam Al-Qur an dan kitab-kitab klasik untuk pemahaman mendalam terhadap teks-teks keagamaan, sementara bahasa Amiyah adalah bahasa sehari-hari yang digunakan dalam percakapan umum.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas.

Diharapkan pula, generasi santri yang memiliki wawasan global tetap berpegang teguh pada akar budaya dan nilai keislaman yang kuat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
komentar
beritaTerbaru