Selasa, 21 Juli 2026

Kemendikdasmen Gelar Bedah Buku Trilogi Kartini untuk Tingkatkan Literasi dan Nasionalisme

Sabtu, 21 Desember 2024 06:20 WIB
Kemendikdasmen Gelar Bedah Buku Trilogi Kartini untuk Tingkatkan Literasi dan Nasionalisme
Wardiman Djojonegoro memaparkan isi Trilogi Kartini dalam acara Bedah Buku di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta. (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan acara Bedah Buku Kartini: Hidupnya, Renungannya, dan Cita-Citanya di ruang serbaguna Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta.

Acara ini bertujuan menggali pemikiran dan perjuangan RA Kartini serta menginspirasi masyarakat untuk meningkatkan literasi dan semangat nasionalisme.

Ganjar Harimansyah, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, mengapresiasi terselenggaranya acara ini sebagai bagian dari rangkaian bedah buku Trilogi Kartini karya Wardiman Djojonegoro, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1993-1998).

“Acara ini bukan hanya bedah buku, tetapi juga perayaan atas perjuangan dan pemikiran RA Kartini, yang menjadi inspirasi hingga saat ini,” ujar Ganjar.

Wardiman Djojonegoro, penulis trilogi, mengungkapkan motivasinya untuk menerjemahkan surat-surat Kartini ke dalam Bahasa Indonesia.

“Saya merasa terpanggil ketika melihat seorang peneliti Belanda menerjemahkan surat Kartini. Bagaimana mungkin pahlawan kita lebih dikenal melalui karya orang asing?” katanya.

Trilogi Kartini terdiri dari tiga jilid, masing-masing mengulas surat-surat, biografi, serta inspirasi dan perjuangan Kartini dalam kesetaraan gender.

Dalam sambutannya secara daring, Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap buku ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan cita-cita bangsa.

“Kartini memberikan pelajaran penting tentang tanggung jawab kita semua dalam memajukan Indonesia,” ungkapnya.

Kanti W Janis, advokat dan pendiri Baca di Tebet, turut memberikan pandangan kritis. Ia menekankan bahwa pemikiran Kartini tidak hanya soal kesetaraan gender, tetapi juga perjuangan literasi untuk membangun peradaban masyarakat yang lebih maju.

Acara ini juga menghadirkan diskusi interaktif, di mana peserta mengajukan pertanyaan seputar peran negara dalam menerapkan visi Kartini dan bagaimana mempersiapkan “Kartini masa depan".

Wardiman menegaskan bahwa perjuangan Kartini harus diteruskan bersama oleh masyarakat dan pemerintah.

“Melalui buku ini, saya berharap masyarakat dapat memupuk semangat kesetaraan gender dan menjadikan Kartini inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Wardiman.

Acara ini menjadi momentum untuk merayakan dan merefleksikan kontribusi Kartini, sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menggali nilai-nilai nasionalisme melalui literasi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemkab Bekasi Peringati Harkopnas Ke-79, Dorong Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Tiga Anggota KKB Tewas dalam Operasi Damai Cartenz di Yahukimo
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Lanjut ke Paripurna DPR
Mbappe Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Pertahankan Sepatu Emas dan Pecahkan Rekor Gol
Messi Gagal Bawa Argentina Juara, Spanyol Angkat Trofi Dunia
komentar
beritaTerbaru