Jumat, 30 Oktober 2026

Kemendikdasmen Hadirkan Buku Amerta, Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini

Jumat, 30 Oktober 2026 15:00 WIB
Kemendikdasmen Hadirkan Buku Amerta, Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini
Kemendikdasmen RI melalui Pusat Buku menghadirkan buku Amerta karya Tama Kunkun untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga dan melestarikan air sejak usia dini.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Pusat Buku menghadirkan buku Amerta karya Tama Kunkun untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga dan melestarikan air sejak usia dini.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, buku ini menyajikan pengetahuan tentang air melalui cerita dan ilustrasi menarik yang mudah dipahami anak-anak.

Buku Amerta diperkenalkan melalui program SIBI: Amerta Book Review pada 28 Oktober 2026. Buku tersebut mengangkat tema konservasi lingkungan sekaligus mendukung peningkatan literasi membaca dan pembentukan karakter siswa.

Penulis buku Amerta, Tama Kunkun, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai air perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak mengetahui manfaat air serta dampak perilaku boros dan pencemaran terhadap lingkungan.

Nama Amerta berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti air kehidupan. Melalui buku ini, Tama ingin mengajak anak-anak memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberadaan dan kelestariannya.

Dalam proses penulisan, Tama mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti buku teks, buku elektronik, dan internet. Tantangan yang dihadapi adalah menyederhanakan materi ilmiah agar sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak.

Untuk itu, ia menghadirkan karakter Amerta sebagai personifikasi air yang menyampaikan informasi melalui cerita. Buku ini juga dilengkapi ilustrasi dan fakta menarik agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

"Kami mencoba menyertakan karakter yang biasanya disukai anak-anak, seolah-olah dialah yang menceritakan kisah tersebut. Bagaimana cara mendorong anak-anak untuk tidak membuang-buang dan mencemari air. Di bagian lain, kami juga menyediakan ilustrasi tentang mitigasi bencana," jelas Tama.

Pemanfaatan buku tersebut dalam pembelajaran mendapat respons positif dari siswa. Mohamad Anwar Kurnaedi Saputra, guru SD Negeri Kramat Pagi 006, mengatakan bahwa siswa menunjukkan antusiasme dan minat membaca yang tinggi ketika menggunakan buku Amerta.

Menurut Anwar, perpaduan cerita, ilustrasi, dan fakta ilmiah menjadi daya tarik bagi siswa sekolah dasar. Penyajian materi melalui teks dan visual juga dapat memancing pertanyaan serta meningkatkan rasa ingin tahu anak-anak.

Guru dapat mengembangkan pertanyaan siswa melalui diskusi, observasi, dan penggunaan sumber belajar lainnya. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca, tetapi juga mendorong siswa berpikir kritis dan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.

Buku Amerta dapat digunakan untuk mengenalkan konsep sains, seperti siklus hidrologi, sumber air, sifat-sifat air, dan pemanfaatannya. Siswa juga dapat diajak mengamati berbagai fenomena terkait air di lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dimulai dengan membaca bersama, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi materi, diskusi, observasi, dan pengelolaan informasi. Setelah memahami materi, siswa didorong melakukan refleksi serta menerapkan kebiasaan menghemat air di sekolah maupun di rumah.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengembangkan literasi membaca sekaligus membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan. Anak-anak juga diharapkan mampu menerapkan perilaku menjaga kelestarian air dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Pusat Buku Kemendikdasmen, Supriyatno, menjelaskan bahwa Amerta merupakan salah satu buku yang diproduksi melalui program kurasi tahun 2024.

Program ini bertujuan memilih naskah potensial dari berbagai daerah untuk dikembangkan menjadi buku yang sesuai dengan tingkat dan kemampuan membaca anak-anak, termasuk melalui pendampingan oleh penulis ahli.

Supriyatno berharap program kurasi dapat mendorong semakin banyak pihak berkontribusi dalam menyediakan buku bacaan yang berkualitas dan sesuai bagi anak-anak.

Melalui SIBI: Amerta Book Review, yang melibatkan penulis, guru, akademisi, praktisi, dan masyarakat, Kemendikdasmen juga mendorong penyebarluasan praktik baik dalam pemanfaatan buku sebagai sumber belajar.

Dengan hadirnya bahan bacaan yang menarik dan relevan, kegiatan membaca diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk memperluas wawasan, memahami lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya konservasi air sejak dini. (R)

beritaTerkait
Kemendikdasmen Revitalisasi 55.451 Sekolah dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kemendikdasmen Buka Ujian Susulan TKA pada 30 Oktober, Siswa Terdampak Gangguan Jaringan Bisa Ikut
Kemendikdasmen Luncurkan Peta Jalan Pendidikan Multibahasa Asia Tenggara
SEAQIL Gelar AISOFOLL ke-17, Dorong Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa
Kemendikdasmen Gelar Kompetisi Juara Kelas Indonesia, Libatkan Sekolah dari 38 Provinsi
Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi dengan Dewan Pendidikan, Fokus Tingkatkan Mutu Pembelajaran
komentar
beritaTerbaru