Menurut Abdul Mu'ti, ketiga aspek tersebut harus dipersiapkan secara seimbang. Penguasaan materi perlu didukung strategi yang tepat, sementara kesiapan mental dibutuhkan agar siswa tidak mudah stres ketika menghadapi ujian.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak berkecil hati saat menemukan soal dengan bacaan panjang. Siswa perlu membiasakan diri membaca dengan cermat, memahami informasi, dan menerapkan strategi penyelesaian soal secara tepat.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan masa depan generasi muda sekaligus mendorong kontribusi mereka bagi masyarakat dan bangsa.
"Jangan percaya orang yang mengatakan sekolah tidak penting; yang penting adalah menjadi pintar. Tidak ada yang pintar tanpa sekolah. Sekolah adalah kunci kesuksesan. Pendidikan juga dapat memungkinkan kita untuk berbuat lebih baik dan berbuat lebih banyak untuk orang lain dan bangsa," ujarnya.
Melalui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, peningkatan kualitas sarana pendidikan, serta penguatan kesiapan akademik dan mental siswa, pemerintah berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih bermakna dan mampu membentuk generasi yang berpengetahuan, berkarakter, serta peduli terhadap lingkungan. (R)
beritaTerkait
komentar