Metro (buseronline.com) - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berjalan di Kota Metro, Lampung.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, revitalisasi di SD Negeri Metro Timur 5 dan SMP Negeri 9 Metro telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan selesai pada November atau paling lambat pertengahan Desember 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti meninjau langsung perkembangan revitalisasi kedua sekolah tersebut saat melakukan kunjungan ke Provinsi Lampung.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai tujuan, yakni menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa serta guru.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, termasuk di daerah terpencil. Ia juga mengingatkan seluruh warga sekolah agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
"Revitalisasi harus meningkatkan fasilitas dan infrastruktur sekolah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran," kata Abdul Mu'ti.
SMP Negeri 9 Metro mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi sebesar Rp1.185.427.000. Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas beserta perabotannya, memperbaiki laboratorium sains beserta peralatannya, serta membangun lapangan basket untuk mendukung kegiatan olahraga siswa.
Kepala SMP Negeri 9 Metro Liya Panji Kesuma menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, revitalisasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang sebelumnya belum memadai.
Sebelum revitalisasi, sejumlah fasilitas mengalami keterbatasan dan membutuhkan perbaikan, antara lain ruang kelas, atap, lantai, pencahayaan, ventilasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar.
Liya berharap perbaikan fasilitas dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, bersih, nyaman, dan tertata. Dengan kondisi tersebut, siswa diharapkan lebih fokus, aktif berpartisipasi, serta memiliki semangat belajar yang lebih tinggi.
Ia juga berharap peningkatan sarana fisik diikuti dengan penyediaan peralatan belajar yang memadai agar pembelajaran dapat berlangsung secara aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Program revitalisasi satuan pendidikan di
Kota Metro menunjukkan peningkatan jumlah sekolah sasaran. Pada 2025, sebanyak 23 sekolah menjadi target revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp16 miliar.
Sementara pada 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 56 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp34,18 miliar.
Di tingkat Provinsi Lampung, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,31 triliun untuk merevitalisasi 1.737 satuan pendidikan pada 2026.
Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 satuan pendidikan pada tahun yang sama.
Program ini memprioritaskan sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah kurang mampu, wilayah perbatasan, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Melalui program revitalisasi tersebut, pemerintah berharap kualitas fasilitas pendidikan semakin meningkat dan pemerataan layanan pendidikan dapat terwujud.
Sekolah dengan sarana yang memadai diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif sekaligus mendorong siswa untuk meraih prestasi.
Semangat menyambut perubahan itu juga disampaikan tiga siswi perwakilan SMP Negeri 9 Metro, yakni Ratu Qimora, Rizna Aurora Putri, dan Mezzaluna Azzury.
"Terima kasih, Bapak Presiden dan Bapak Menteri atas revitalisasi sekolah ini, kami akan belajar lebih giat," ujar mereka penuh antusias.
Program revitalisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan sekolah yang lebih layak, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar