Kamis, 08 Oktober 2026

PWPM Gelar Pelatihan Fotografi, Pemko Medan Dorong Generasi Muda Promosikan Wajah Positif Kota

Kamis, 08 Oktober 2026 19:30 WIB
PWPM Gelar Pelatihan Fotografi, Pemko Medan Dorong Generasi Muda Promosikan Wajah Positif Kota
Pemko Medan mengapresiasi pelaksanaan pelatihan fotografi dasar yang digelar PWPM di Gedung MPP Medan, Rabu (7/10/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengapresiasi pelaksanaan pelatihan fotografi dasar yang digelar Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Medan, pada 7 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti 50 pelajar dan mahasiswa se-Kota Medan tersebut dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Waas yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, Arrahmaan Pane.

Dalam sambutannya, Arrahmaan mengapresiasi jajaran pengurus PWPM yang telah menginisiasi kegiatan edukatif tersebut. Ia menilai pelatihan fotografi menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan berbagai sisi positif Kota Medan melalui karya visual.

"Melalui pelatihan fotografi dasar ini, para peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa diharapkan ke depannya bisa menjadi influencer bagi Kota Medan. Karya-karya visual yang dihasilkan dapat membantu mem-branding kota ini ke arah yang lebih baik," ujar Arrahmaan.

Ia mengajak generasi muda memanfaatkan kamera telepon seluler maupun kamera profesional untuk mengabadikan berbagai pembangunan dan perubahan positif yang terjadi di Kota Medan.

Arrahmaan juga mengingatkan agar generasi muda ikut mengubah stigma negatif terhadap Kota Medan melalui karya-karya kreatif yang dipublikasikan di media sosial.

"Mari kita hilangkan stigma atau julukan negatif seperti 'Gotham City' atau 'Ini Medan Bung' dalam konotasi buruk. Banyak pembangunan dan perubahan positif yang telah terjadi di Medan. Lewat karya foto dan media sosial, tunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Medan sudah berubah," tegasnya.

Selain membahas pentingnya pesan dalam sebuah foto, Arrahmaan turut memberikan tips fotografi menggunakan telepon seluler. Salah satunya adalah menghindari penggunaan fitur digital zoom karena dapat menurunkan kualitas gambar.

"Kalau pakai handphone, upayakan 'zoom'-nya adalah kaki kita sendiri—maju atau mundur mendekati objek agar hasilnya tetap tajam. Namun apa pun medianya, baik handphone maupun kamera profesional, semua bisa menghasilkan karya luar biasa selama memahami teknik dasar dan cerita di balik foto tersebut," katanya.

Menurutnya, sebuah foto tidak hanya berkaitan dengan keindahan visual, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan dan cerita. Karena itu, peserta perlu memahami sudut pandang dan mampu memilih objek yang memiliki nilai untuk diabadikan.

Sementara itu, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan mengajarkan teknik penggunaan kamera, tetapi juga mendorong generasi muda agar mampu menghasilkan karya dengan memanfaatkan teknologi.

"Semangat kami sederhana, yaitu mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya melalui teknologi," ujar Edison.

Ia mengatakan, telepon seluler yang digunakan sehari-hari sudah cukup untuk menghasilkan karya fotografi. Namun, foto yang menarik membutuhkan kemampuan dalam melihat objek, menentukan sudut pandang, memahami cahaya, memilih komposisi, hingga membangun cerita.

"Memiliki kamera saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu melihat sebuah objek, menentukan sudut pandang, memahami cahaya, memilih komposisi, dan kemudian mengubahnya menjadi sebuah foto yang memiliki cerita," katanya.

Edison menambahkan, fotografi memiliki manfaat luas bagi generasi muda. Selain sebagai hobi, fotografi dapat menunjang jurnalistik, media sosial, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif hingga personal branding.

Menurutnya, sebuah foto dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, merekam peristiwa maupun membangun kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan.

Karena itu, ia meminta peserta terus berlatih dan tidak takut menghasilkan karya yang belum sempurna. "Jangan takut mencoba. Jangan takut hasil foto kita belum sempurna. Karena kemampuan tidak lahir dalam satu hari. Kemampuan lahir dari keberanian untuk mencoba berkali-kali," ungkapnya.

Edison juga mengajak peserta memanfaatkan kamera yang dimiliki untuk mengabadikan berbagai cerita positif di lingkungan sekitar. "Jangan hanya menyimpan kamera di dalam tas. Keluarkan, gunakan, dan abadikan cerita-cerita baik di sekitar kita," pesannya.

Pelatihan fotografi dasar tersebut menghadirkan dua narasumber jurnalis foto berpengalaman. Para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik fotografi jurnalistik serta fotografi kreatif.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan fotografi sekaligus menghasilkan karya visual yang dapat memperkenalkan potensi dan wajah positif Kota Medan. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Rico Waas akan Ditabalkan Marga Ginting, Sebut Sebagai Amanah Jaga Budaya Karo
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
TP PKK Medan Ajak Anak Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun
Rico Waas: Keberagaman Budaya Jadi Kekuatan Pariwisata Kota Medan
Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Pemko Medan Tak Bayar Pajak hingga Tanpa Pelat Nomor
Pemko Medan Perkuat Pengendalian Inflasi, Antisipasi Dampak Kenaikan BBM
komentar
beritaTerbaru