Kamis, 08 Oktober 2026

Rico Waas akan Ditabalkan Marga Ginting, Sebut Sebagai Amanah Jaga Budaya Karo

Kamis, 08 Oktober 2026 15:00 WIB
Rico Waas akan Ditabalkan Marga Ginting, Sebut Sebagai Amanah Jaga Budaya Karo
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima Panitia Mburo Ate Tedeh sekaligus Penabalan Marga Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (6/10/2026).

Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik rencana penabalan marga yang akan diterimanya bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas.

Baginya, penabalan marga bukan sekadar kehormatan, tetapi juga amanah untuk mengenal, menjaga, dan memperkenalkan budaya Karo kepada masyarakat luas.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima Panitia Mburo Ate Tedeh sekaligus Penabalan Marga Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, pada 6 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut dibahas persiapan pelaksanaan penabalan marga yang akan dikemas dalam suasana adat dan kebudayaan Karo. Kegiatan itu direncanakan berlangsung di Gedung TP PKK Kota Medan pada 7 November 2026.

Rico mengaku bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Karo.

Namun, menurutnya, penabalan marga juga membawa tanggung jawab untuk ikut memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat Karo serta memperkenalkan kebudayaannya lebih luas.

"Ini bukan hanya soal penabalan marga. Ada tanggung jawab khusus setelah saya ditabalkan, bagaimana saya memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat Karo dan ikut mempromosikan kebudayaan Karo ke kancah nasional," kata Rico.

Ia mengatakan, tanggung jawab tersebut tidak cukup hanya dengan menyandang marga. Dirinya juga ingin memahami berbagai aspek budaya Karo, mulai dari sejarah, bahasa, adat istiadat, musik tradisional hingga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

"Saya ingin bukan hanya melihat, tetapi juga memahami. Karena bahasa dan budayanya berbeda, kita harus bisa menjelaskan mengenai suku Karo. Itu menjadi bagian dari tanggung jawab saya," ujarnya.

Rico berharap penabalan marga tersebut dapat semakin mempererat hubungan kekerabatan dengan keluarga besar masyarakat Karo. Ia juga ingin marga yang diberikan tidak hanya menjadi identitas, tetapi menjadi jembatan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Karo di Kota Medan.

Ia pun meminta agar penabalan marga tidak dipandang dari kepentingan politik. Menurutnya, momentum tersebut harus dimaknai sebagai bagian dari kekerabatan dan penghormatan terhadap adat serta budaya Karo.

"Bangga hati saya diberikan marga. Mudah-mudahan dengan adanya penabalan ini ada manfaatnya. Jangan sampai hanya terkesan melekatkan nama atau untuk kepentingan politik. Saya ingin ini menjadi bagian dari kekerabatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Karo, khususnya di Kota Medan," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Mburo Ate Tedeh sekaligus Penabalan Marga Wali Kota Medan, Muhammad Edison Ginting, mengatakan kegiatan tersebut akan dikemas sebagai prosesi adat yang khidmat dan dekat dengan keluarga besar masyarakat Karo.

Selain prosesi penabalan, kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai kekayaan budaya Karo kepada masyarakat. Sejumlah unsur budaya akan ditampilkan, mulai dari alat musik tradisional Karo hingga berbagai prosesi adat.

"Kita akan menabalkan marga Wali Kota menjadi Ginting Suka bere-bere Tarigan, sedangkan Ketua TP PKK Kota Medan menjadi Beru Sembiring Pelawi," jelas Ginting.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
TP PKK Medan Ajak Anak Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun
Rico Waas: Keberagaman Budaya Jadi Kekuatan Pariwisata Kota Medan
Rico Waas Temukan Kendaraan Dinas Pemko Medan Tak Bayar Pajak hingga Tanpa Pelat Nomor
Pemko Medan Perkuat Pengendalian Inflasi, Antisipasi Dampak Kenaikan BBM
Rico Waas Dorong Al Washliyah Medan Perkuat Peran Keagamaan, Pendidikan dan Generasi Muda
komentar
beritaTerbaru