Rabu, 07 Oktober 2026

Siswa Indonesia Siap Ukir Prestasi di IMSO-23 2026

Rabu, 07 Oktober 2026 15:45 WIB
Siswa Indonesia Siap Ukir Prestasi di IMSO-23 2026
Dua siswa berprestasi, Kaindra Nadira Saidtama dan Aiden Gracio, siap membawa nama Indonesia dalam Olimpiade Matematika dan Sains Internasional (IMSO) ke-23 tahun 2026.

Depok (buseronline.com) - Dua siswa berprestasi, Kaindra Nadira Saidtama dan Aiden Gracio, siap membawa nama Indonesia dalam Olimpiade Matematika dan Sains Internasional (IMSO) ke-23 tahun 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, keduanya memandang ajang internasional tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menambah pengetahuan, mengasah kemampuan, dan menghadapi tantangan baru.

Kaindra Nadira Saidtama, siswa kelas VI SDIT Bina Bangsa Sejahtera, Kota Bogor, akan berkompetisi di bidang sains. Untuk mempersiapkan diri menghadapi IMSO-23, Kaindra menjalani latihan soal secara intensif serta mengikuti bimbingan belajar secara daring dan luring.

Persiapan tersebut juga mendapat dukungan dari orang tuanya. Sebelumnya, Kaindra berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Sains jenjang sekolah dasar.

Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi membuat Kaindra terbiasa belajar secara disiplin dan teratur. Ia mengaku bangga setelah mengetahui dirinya terpilih menjadi bagian dari delegasi Indonesia. "Saya senang dan bangga," ujar Kaindra.

Ia pun mengajak siswa lain yang memiliki ketertarikan terhadap sains agar tidak ragu untuk mencoba mengikuti kompetisi. "Cobalah belajar sains atau mengikuti kompetisi. Jika kalian cukup menyukainya, cobalah," katanya.

Sementara itu, Aiden Gracio, siswa kelas VI SD Witama Nasional Plus Srikandi, Pekanbaru, akan bertanding di bidang matematika. Untuk mencapai tahap IMSO-23, Aiden harus melewati tiga tahap seleksi, yakni dua tahap daring dan satu tahap luring yang dilengkapi dengan berbagai latihan serta simulasi.

Aiden juga memiliki rekam prestasi membanggakan. Ia berhasil meraih medali emas OSN sekaligus menjadi peraih prestasi terbaik secara keseluruhan di bidang matematika jenjang sekolah dasar.

Dalam menghadapi soal yang sulit, Aiden memiliki strategi belajar tersendiri. Ia terlebih dahulu mencoba mengerjakan soal dengan tipe serupa tetapi tingkat kesulitannya lebih rendah. Setelah memahami konsepnya, ia kemudian meningkatkan tingkat kesulitan soal secara bertahap.

"Jangan takut untuk mencoba. Yang penting adalah Anda memperoleh pengetahuan. Jangan takut dengan hasilnya, tetapi cobalah untuk mengikuti agar kita dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan," tutur Aiden.

Ketua Tim Indonesia untuk IMSO-23, Muchammad Fachri, mengatakan para peserta yang terpilih merupakan siswa berprestasi. Beberapa di antaranya merupakan peraih medali emas OSN. Proses seleksi dilakukan dalam tiga tahap, terdiri atas dua tahap daring dan satu tahap luring.

Dari proses tersebut terpilih sekitar 30 peserta. Setelah digabungkan dengan para peraih medali emas OSN, total peserta pembinaan mencapai 63 siswa, terdiri atas 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.

Menurut Fachri, tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi. Soal-soal olimpiade memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan materi pembelajaran di sekolah.

Peserta juga harus mampu memahami dan menjawab soal dalam bahasa Inggris. Selain itu, mereka menjalani masa karantina lebih dari satu minggu dan harus mengikuti pembinaan jauh dari orang tua.

Meski demikian, antusiasme peserta dalam mengikuti pembinaan menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim pelatih. Para peserta memperoleh materi sesuai dengan silabus dari instruktur berbagai institusi dan pelatih olimpiade.

Fachri berharap seluruh proses seleksi dan pembinaan dapat mengantarkan Tim Indonesia meraih prestasi terbaik di IMSO-23.

"Kami berharap dapat memenangkan medali emas di bidang sains dan matematika. Semoga juga ada peserta yang mendapatkan juara keseluruhan terbaik, teori terbaik, eksplorasi terbaik, atau eksperimen terbaik," ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam IMSO sejalan dengan program kementerian dalam memperkuat pendidikan STEM, yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Menurut Abdul Mu'ti, kompetisi seperti IMSO dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter siswa sejak dini.

"Melalui acara ini, kami berharap dapat membina generasi ilmuwan baru, siswa cerdas yang tidak hanya unggul dalam sains dan matematika tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan," kata Abdul Mu'ti.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan tersebut juga sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan karakter.

Keikutsertaan dalam IMSO-23 diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi dan medali bagi Indonesia. Bagi Kaindra, Aiden, dan peserta lainnya, ajang tersebut menjadi pengalaman penting untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keberanian menghadapi tantangan, serta mendorong mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

Dengan semangat tersebut, Tim Indonesia diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah kompetisi matematika dan sains internasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
PSMS Medan Hantam Persikad 4-0, Puncaki Klasemen Liga 2
RS Bhayangkara Brimob Jadi Rumah Sakit Pertama di Depok Terapkan Akta Kelahiran Digital
Kemenkes dan Gavi Perkuat Kepercayaan Masyarakat terhadap Imunisasi Lewat Forum Pembelajaran Internasional
Korbrimob Polri Tingkatkan Kapasitas Personel BNN Lewat Pelatihan Raid Planning Execution
Indonesia Raih Empat Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026
Siswa SDN Karangsambung 03 Wakili Kabupaten Bekasi pada Olimpiade Matematika Nasional
komentar
beritaTerbaru