Kamis, 24 September 2026

Duta Bahasa Nasional 2026, Pasangan DKI Jakarta Raih Juara Terbaik

Kamis, 24 September 2026 13:40 WIB
Duta Bahasa Nasional 2026, Pasangan DKI Jakarta Raih Juara Terbaik
Foto bersama di acara Peak of the 2026 National Language Ambassador Awards yang digelar di Graha Utama, Kemendikdasmen RI, Jakarta, pada 18 September 2026.

Jakarta (buseronline.com) - Pasangan Adventhius Immanuel Karo-karo dan Dania Zahra Ayusti dari DKI Jakarta berhasil meraih penghargaan sebagai Duta Bahasa Nasional Terbaik I 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, penghargaan tersebut diberikan dalam acara Peak of the 2026 National Language Ambassador Awards yang digelar di Graha Utama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Jakarta, pada 18 September 2026.

Ajang Duta Bahasa Nasional 2026 sekaligus menandai 20 tahun perjalanan program Duta Bahasa yang telah berlangsung sejak 2006. Program tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk berperan dalam memprioritaskan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing.

Mengusung tema "Matribahasa-Matribumi", Duta Bahasa Nasional 2026 mendorong generasi muda untuk menjadikan bahasa ibu sebagai akar yang menopang Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu sekaligus membentuk identitas bangsa.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan Duta Bahasa diharapkan dapat menjadi teladan dalam penggunaan Bahasa Indonesia serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra, terutama di kalangan generasi muda.

"Peran dan mandat ini tidak berhenti pada serangkaian kegiatan atau tugas, tetapi diharapkan terus berkembang menjadi komitmen dan gerakan yang berkelanjutan," ujar Hafidz.

Menurutnya, para Duta Bahasa juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dengan memberikan dukungan nyata melalui peran yang aktif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra Hidayat Widiyanto mengatakan proses Seleksi Duta Bahasa Nasional 2026 berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi tingkat provinsi, pengarahan, penjurian final hingga penghargaan tingkat nasional.

Sebanyak 31 pasangan finalis dari berbagai daerah mengikuti rangkaian penilaian. Materi penilaian mencakup kemampuan bahasa dan sastra, pidato lisan, tes psikologi, pertunjukan bakat, penulisan artikel bahasa dan sastra, pembuatan konten video, hingga penampilan panggung.

Setelah DKI Jakarta, posisi Terbaik II diraih Najwan Eka Murti Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri dari Jawa Timur. Terbaik III diraih I Km Wikananda Rama Satria Ms dan Kadek Dinda Amela Putri Darma dari Bali.

Sementara itu, penghargaan berikutnya diraih Muhamad Akmal Musthofa dan Mitha Afrida Khairunnisa dari Jawa Barat, Gayuh Ardian Fajri dan Krisna Puspita dari Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa dari Kalimantan Barat.

Najwan Eka Murti Setiawan juga memperoleh penghargaan Pria Favorit Terbaik, sedangkan Siti Syahira Hasnainy Putri meraih penghargaan Wanita Favorit Terbaik. Keduanya berasal dari Jawa Timur.

Para juri turut mendorong Duta Bahasa agar tidak hanya menjadi panutan dalam penggunaan bahasa, tetapi juga aktif mengisi ruang publik dan media sosial dengan konten positif dan relevan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah mengatakan Duta Bahasa merupakan aset nasional yang perlu terus dibina dan diberdayakan sebagai mitra Badan Bahasa, Kemendikdasmen, serta unit pelaksana teknis daerah.

Sementara itu, Staf Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Chacha Annisa, mengajak para Duta Bahasa aktif berkontribusi di masyarakat maupun media sosial.

Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti menyatakan siap menjalankan peran tersebut dengan menjadi mitra strategis Badan Bahasa dalam mengembangkan dan membina bahasa, khususnya di kalangan generasi muda.

"Kami juga akan berkolaborasi lebih luas dengan Badan Bahasa dan Asosiasi Duta Bahasa Nasional serta merangkul berbagai pihak untuk melaksanakan Trigatra Bangun Bahasa," kata Immanuel.

Dania berharap Duta Bahasa Nasional tidak hanya menjadi perpanjangan tangan Badan Bahasa, tetapi juga mampu menjadi jembatan bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan maupun kebutuhan terkait bahasa dan sastra.

Dengan berakhirnya Seleksi Duta Bahasa Nasional 2026, para Duta Bahasa diharapkan terus mengambil peran di tengah masyarakat melalui aksi nyata untuk memperkuat fungsi Bahasa Indonesia, menjaga identitas bangsa, serta meningkatkan daya saing nasional melalui kecintaan terhadap bahasa dan sastra. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Densus 88 dan Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar
Kemenkes dan Pemprov DKI Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Melalui Jalan Sehat di CFD Rasuna Said
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan PM-KKA, Guru Bisa Tingkatkan Kompetensi Secara Daring
KPK, ATR/BPN, dan Pemprov DKI Sertifikasi 499 Aset Senilai Rp22,2 Triliun
KPK Awasi SPMB DKI Jakarta 2026/2027, Pastikan Proses Penerimaan Transparan dan Bebas Titipan
DKI Jakarta Jadi Percontohan Layanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan
komentar
beritaTerbaru