Selasa, 22 September 2026

Disdik Garut Perkuat Peran Bunda PAUD Dukung Wajib Belajar Pra-Sekolah

Selasa, 22 September 2026 16:35 WIB
Disdik Garut Perkuat Peran Bunda PAUD Dukung Wajib Belajar Pra-Sekolah
Kegiatan pembinaan dan manajemen PAUD bagi Pokja Bunda PAUD dengan tema “Peran Bunda PAUD dalam Mendukung Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah dan Peningkatan APK PAUD”, yang berlangsung di Aula Musadaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (17/9/2026).

Garut (buseronline.com) - Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terus memperkuat peran Bunda PAUD dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar satu tahun pra-sekolah sekaligus meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD.

Dilansir dari laman Jabarprov, upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan dan manajemen PAUD bagi Pokja Bunda PAUD dengan tema "Peran Bunda PAUD dalam Mendukung Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah dan Peningkatan APK PAUD".

Kegiatan yang berlangsung di Aula Musadaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, pada 17 September 2026, diikuti Bunda PAUD desa dan kelurahan dari 27 kecamatan serta para mitra strategis.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Iwan Riswandi mengatakan pendidikan pada usia dini menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan anak menghadapi perkembangan pembelajaran.

Menurutnya, kemampuan anak untuk mengikuti pembelajaran mendalam hingga transformasi digitalisasi pendidikan perlu dipersiapkan sejak jenjang PAUD.

"Kemudian salah satunya adalah mempersiapkan anak-anak lebih dini dalam mengikuti pembelajaran mendalam dan bisa bertransformasi melaksanakan digitalisasi pembelajaran. Ini dimulai tentu saja bukan ujug-ujug, yaitu dimulai sejak dini, terutama di tingkat atau di jenjang PAUD," ujar Iwan.

Iwan berharap Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan dapat berperan aktif mengajak masyarakat untuk memastikan anak-anak mengikuti pendidikan pra-sekolah sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

"Untuk Bunda PAUD, kita berharap peran Bunda PAUD akan lebih memicu anak-anak di desa, di kecamatan, sebelum mengikuti kegiatan pendidikan besar bisa mengikuti kegiatan di pra-sekolah," katanya.

Selain memperkuat peran Bunda PAUD, Disdik Kabupaten Garut juga tengah menyusun grand design wajib belajar 13 tahun. Rancangan tersebut diharapkan menjadi panduan dalam penanganan dan pemenuhan pendidikan bagi anak usia pra-sekolah.

Sementara itu, Kepala Seksi PAUD Kabupaten Garut, Awat Setiawati, mengatakan kegiatan pembinaan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam pengembangan PAUD.

"Alhamdulillah bunda-bunda PAUD yang selalu support, selalu mendukung pelaksanaan PAUD yang ada di desa dan kelurahannya masing-masing, kita bisa sharing, bisa berbagi ilmu, berbagi praktik baik untuk kemajuan PAUD yang ada di desa dan kelurahannya masing-masing," ungkap Awat.

Melalui kegiatan tersebut, Disdik Kabupaten Garut berharap sinergi antara Bunda PAUD, pemerintah desa dan kelurahan, serta para mitra strategis semakin kuat.

Dengan demikian, partisipasi anak dalam pendidikan pra-sekolah dapat terus meningkat dan target peningkatan APK PAUD di Kabupaten Garut dapat tercapai. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gebyar PAUD Tarutung 2026, Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Bermain dan Belajar Seimbang
Transisi PAUD ke SD Tak Hanya Soal Baca Tulis, Anak Perlu Siap Secara Sosial dan Emosional
Airin Rico Waas Dilantik Jadi Bunda PAUD Medan, Fokus Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Anak
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif
Kemendikdasmen Apresiasi Bengkayang Perkuat Kompetensi Guru di Wilayah Terpencil
komentar
beritaTerbaru