Sementara itu, Chief of Education UNESCO Regional Office Jakarta, Santosh Kathri menyebut dunia telah mengalami kemajuan signifikan dalam bidang literasi selama 60 tahun terakhir. Saat ini, lebih dari 88 persen orang dewasa di dunia telah memiliki kemampuan literasi.
Meski demikian, sekitar 739 juta orang dewasa di dunia masih belum memiliki keterampilan literasi dasar. Hampir dua pertiga dari jumlah tersebut merupakan perempuan.
Santosh menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca kata dan angka. Literasi juga mencakup pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri untuk berpartisipasi dalam membangun kehidupan dan dunia yang lebih baik.
"Semoga literasi terus membuka pintu bagi pembelajaran, kepemilikan, partisipasi, dan inklusivitas yang lebih besar bagi masa depan seluruh masyarakat Indonesia," ujar Santosh.
Peringatan HAI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap budaya belajar sepanjang hayat sekaligus memastikan literasi tetap menjadi bekal penting masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman. (R)
beritaTerkait
komentar