Senin, 07 September 2026

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM untuk Bentuk Generasi Kritis dan Kreatif

Senin, 07 September 2026 19:30 WIB
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM untuk Bentuk Generasi Kritis dan Kreatif
Kemendikdasmen RI terus mendorong penerapan pembelajaran STEM di sekolah.

Kudus (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus mendorong penerapan pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) di sekolah.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif pada peserta didik sejak dini.

Pembelajaran STEM diperkenalkan dengan prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

Melalui prinsip tersebut, pembelajaran STEM dapat dilakukan dengan cara sederhana dan memanfaatkan berbagai benda maupun persoalan yang ada di lingkungan sekitar.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan penguatan pembelajaran STEM dilakukan melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru. Sebanyak 3.272 guru ditargetkan menjadi sasaran pengimbasan oleh fasilitator daerah.

"Dengan implementasi terarah, pembelajaran STEM dengan prinsip 5M yang erat dengan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan Generasi Emas bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045," ujar Nunuk.

Untuk mendukung program tersebut, Kemendikdasmen telah membentuk 155 Fasilitator Nasional melalui pelatihan yang bekerja sama dengan Monash University, SEAQIS, dan Korea National University of Education. Pelatihan meliputi pelatihan teknis, micro-credential, dan lokakarya lintas jenjang.

Nunuk menegaskan bahwa pembelajaran STEM tidak harus menggunakan alat yang mahal atau rumit. Guru dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah diterapkan.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan oleh sejumlah guru. Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe, mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan dan saling berbagi pengalaman dalam mengajar.

Sementara itu, Annisa, guru TKIT Umar bin Khatab berharap Program STEM Nasional dapat mendorong guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif sehingga kemampuan berpikir kritis anak dapat berkembang sejak usia dini.

Pemerintah Kabupaten Kudus menyatakan siap mendukung pelaksanaan Program STEM Nasional. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan penerapan program akan dilakukan secara bertahap di berbagai jenjang pendidikan.

"Kami akan mengimplementasikan program ini secara bertahap di semua jenjang. Mungkin akan ada piloting satu atau dua sekolah terlebih dahulu sebelum pelaksanaan secara menyeluruh di Kudus," kata Anggun.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara, Adi Hananto. Ia berharap program STEM dapat diterapkan secara menyeluruh di Jepara. Dukungan akan dilakukan melalui komunitas belajar guru agar pembelajaran STEM dapat disebarluaskan kepada lebih banyak pendidik.

Pendekatan STEM mendorong peserta didik untuk belajar melalui permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami manfaat ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan persoalan.

Melalui prinsip 5M, Kemendikdasmen berharap pembelajaran STEM dapat diterapkan secara sederhana, menyenangkan, dan bermakna di berbagai sekolah di Indonesia.

Program tersebut mengusung semangat "Berani Mencoba, Kreatif Mencipta" sebagai bagian dari upaya mempersiapkan Generasi Emas menuju Indonesia Emas 2045. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
4.021 Lulusan LKP Indonesia Dilepas Bekerja ke 11 Negara
Siswa Tokyo Kenal STEM dan Budaya Indonesia Lewat Program Pertukaran Pelajar
Kemendikdasmen: Hampir 80 Persen Kebutuhan Kepala Sekolah Telah Terpenuhi
Kemendikdasmen Salurkan Rp4,18 Miliar untuk Pulihkan 71 LKP Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut
Kemendikdasmen-ANRI Perkuat Pemanfaatan Arsip untuk Pendidikan dan Sejarah Bangsa
komentar
beritaTerbaru