Selasa, 25 Agustus 2026

10 Pelajar Bandung Wakili Indonesia di Youth Leadership Camp Malaysia

Selasa, 25 Agustus 2026 14:25 WIB
10 Pelajar Bandung Wakili Indonesia di Youth Leadership Camp Malaysia
Para pelajar dilepas langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung mengirimkan 10 pelajar untuk mengikuti Petaling Jaya International Youth Leadership Camp 2026 di Malaysia.

Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan internasional tersebut berlangsung pada 22-28 Agustus 2026 di Petaling Jaya.

Para pelajar dilepas langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, pada 20 Agustus 2026. Mereka membawa misi memperkenalkan budaya, sejarah, serta karakter generasi muda Kota Bandung di hadapan peserta dari berbagai negara.

Keikutsertaan delegasi Bandung merupakan tindak lanjut undangan Pemerintah Petaling Jaya yang diterima Pemkot Bandung pada 7 Mei 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan delegasi pemuda dari sejumlah sister city Petaling Jaya, termasuk Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan Indonesia.

Farhan berpesan agar para pelajar tidak hanya mengandalkan kemampuan presentasi, tetapi juga menunjukkan sikap dan perilaku yang baik selama berada di forum internasional.

"Yang paling penting adalah anak-anak bukan hanya soal presentasi dan performance yang akan dilakukan. Yang harus ditunjukkan adalah sikap dan perilaku yang baik sebagai representasi Bandung di mata dunia," ujar Farhan.

Ia juga meminta para delegasi menjaga kekompakan dan etika serta memanfaatkan media sosial untuk membagikan pengalaman yang positif dan bermanfaat.

"Jangan pakai untuk flexing tetapi gunakan untuk berbagi informasi yang berguna. Kalian sudah resmi menjadi delegasi Kota Bandung untuk berhadapan dengan dunia," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar akan mempresentasikan berbagai hal mengenai Kota Bandung, mulai dari perkembangan kota, kesenian, museum, sejarah hingga Balai Kota Bandung.

Tidak hanya itu, mereka juga akan memperkenalkan permainan tradisional khas Jawa Barat, seperti cingciripit dan oray-orayan. Para peserta juga dijadwalkan membuat maket Kota Bandung menggunakan material daur ulang sebagai bagian dari kegiatan kreatif.

Farhan turut mengingatkan para pelajar mengenai pentingnya memahami sejarah Bandung. Salah satunya adalah Konferensi Asia Afrika 1955 yang menjadi bagian penting dari sejarah hubungan internasional Indonesia.

"Pesertanya dari 29 negara Asia dan Afrika yang kebanyakan baru saja merdeka sama seperti Indonesia. Itulah sejarah penting Bandung ketika berbicara mengenai konferensi tahun 1955," jelasnya.

Menurut Farhan, pendidikan tidak cukup hanya membangun kemampuan akademik. Generasi muda juga harus memiliki karakter, sikap, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kepemimpinan.

"Togetherness, kebersamaan, kekompakan itu sangat penting. Akan terlihat bahwa anak Indonesia kompak jangan sendiri-sendiri," ungkapnya.

Farhan juga menyampaikan pesan, "It is attitude, not aptitude, to go to altitude," sebagai penekanan bahwa karakter dan sikap menjadi modal penting untuk meraih keberhasilan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggaran Perda, Denda Capai Rp176,6 Juta
Jabar Perkuat Pendidikan Kesetaraan untuk Dongkrak IPM
Jabar Perkuat Pendidikan Kesetaraan untuk Dongkrak IPM
Bandara Husein Sastranegara Disiapkan Jadi Etalase Produk UMKM Kota Bandung
Eks Pabrik Kina Bandung Jadi Jejak Sejarah Industri Farmasi Indonesia
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
komentar
beritaTerbaru