Sabtu, 22 Agustus 2026

Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 17:25 WIB
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan kata sambutan saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (20/8/2026)

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus berupaya meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Dilansir dari laman Jatengprov, upaya tersebut dilakukan dengan memaksimalkan peran Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Bunda Posyandu serta mendorong transformasi perpustakaan agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal tersebut saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, pada 20 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut membahas pemenuhan kebutuhan tenaga perpustakaan. Taj Yasin mengakui bahwa Pemprov Jawa Tengah masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengelola perpustakaan, terutama hingga tingkat daerah.

Selain persoalan tenaga, perubahan kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi juga menjadi tantangan tersendiri.

Perkembangan teknologi digital membuat sebagian generasi muda menganggap berbagai sumber literasi sudah dapat diakses melalui internet sehingga kunjungan ke perpustakaan secara langsung cenderung menurun. Menurut Taj Yasin, kondisi tersebut menuntut perpustakaan untuk melakukan perubahan.

Perpustakaan tidak cukup hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memberikan nilai tambah kepada masyarakat. "Perpustakaan dituntut menjadi wadah literasi yang mampu memahami kebutuhan anak-anak zaman sekarang," ujar Taj Yasin.

Sebagai bentuk adaptasi, Pemprov Jawa Tengah telah melakukan pembenahan terhadap fasilitas perpustakaan daerah. Salah satunya dengan menyediakan area kafe di lantai atas untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menarik bagi generasi muda.

Taj Yasin juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas perpustakaan sekolah, baik negeri maupun swasta. Menurutnya, perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi sejak usia dini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengatakan bahwa persoalan tenaga pustakawan dan anggaran menjadi dua hal penting yang perlu segera mendapat perhatian.

Menurut Esti, kebutuhan pustakawan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga, tetapi juga mencakup kepastian pengembangan karier dan kesejahteraan. Persoalan tersebut, katanya, tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi persoalan di berbagai daerah di Indonesia.

Esti menilai peningkatan literasi masyarakat memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penguatan perpustakaan harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional.

"Penguatan perpustakaan perlu didorong bersama-sama, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," kata Esti.

Dengan peningkatan fasilitas, penguatan tenaga pustakawan, serta inovasi dalam layanan, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar dan pusat kegiatan literasi yang mampu menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026
Omzet Galeri UKM Jateng Tembus Rp439 Juta dalam Enam Bulan, Bakal Direbranding
Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan, Ribuan Siswa Kurang Mampu Terbantu
komentar
beritaTerbaru