Menurutnya, Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan karena menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter, pengembangan kemampuan dasar, serta kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.
"Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan layanan
PAUD yang berkualitas, inklusif, aman, dan menyenangkan. Keberhasilannya membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha," kata Komalasari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Oktora, Bunda PAUD kabupaten/kota, pendidik, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Sekolah Aman dan Menyenangkan serta penyerahan piagam kepada Bunda
PAUD kabupaten/kota sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah di Jawa Barat.
Melalui kolaborasi tersebut, seluruh pihak diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (R)
beritaTerkait
komentar