Minggu, 09 Agustus 2026

Siswa SD Muhammadiyah Klaten Utara Ciptakan Tong Sampah Otomatis Berbasis Arduino

Minggu, 09 Agustus 2026 15:40 WIB
Siswa SD Muhammadiyah Klaten Utara Ciptakan Tong Sampah Otomatis Berbasis Arduino
Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 yang digelar di Grha Bung Karno, Rabu (5/8/2026).

Klaten (buseronline.com) - Kreativitas siswa SD Muhammadiyah Klaten Utara melahirkan inovasi sederhana yang menarik perhatian dalam Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, mereka menciptakan Toska (Tong Sampah Keren Automatis), tempat sampah yang dapat membuka tutup secara otomatis menggunakan teknologi Arduino.

Inovasi tersebut dipamerkan dalam Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 yang digelar di Grha Bung Karno, Rabu. Pameran berlangsung hingga Kamis (6/8/2026) dengan menghadirkan 61 stan yang menampilkan berbagai inovasi pendidikan dari sekolah-sekolah di Kabupaten Klaten.

Alea, siswa kelas VI SD Muhammadiyah Klaten Utara sekaligus anggota tim penggagas Toska, mengatakan ide tersebut berawal dari keresahan terhadap kebiasaan siswa yang enggan menyentuh tutup tempat sampah karena takut tangan menjadi kotor.

"Banyak siswa yang khawatir tangannya kotor karena membuka tong sampah. Ini yang jadi ide kami membuat Toska," kata Alea.

Toska menggunakan papan mikrokontroler Arduino Uno yang dipadukan dengan sensor dan motor. Ketika tangan didekatkan ke sensor, sistem akan memberikan perintah kepada motor untuk membuka tutup tempat sampah secara otomatis.

"Cukup mendekat ke sensor, nanti motornya akan membuka tutup tong sampah," ujarnya.

Selain Toska, sejumlah inovasi lain turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Gerakan Bersama Literasi Terintegrasi Orangtua yang dikembangkan SD Negeri 1 Bonyokan, Kecamatan Jatinom.

Program tersebut mendorong keterlibatan orang tua dalam meningkatkan budaya literasi siswa melalui kegiatan yang dilakukan secara daring.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan dalam Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026.

Menurutnya, inovasi pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi kebutuhan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman.

"Inovasi di bidang pendidikan menurut saya hari ini bukan sekadar kemewahan teknologi belaka, melainkan sebuah kebutuhan dasar untuk bisa menciptakan atmosfer belajar yang lebih menyenangkan, inklusif, relevan, serta mampu melahirkan generasi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Titin Windiyarsih mengatakan kegiatan tersebut diikuti perwakilan SD dari 26 Koordinator Wilayah Pendidikan serta 65 SMP.

Berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari Green School Motivation, Eco Scanner Edukasi untuk pengelolaan sampah organik berbasis QR Code, hingga berbagai inovasi pembelajaran lainnya.

Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 menjadi ruang bagi siswa dan sekolah untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membuktikan bahwa inovasi pendidikan dapat lahir dari persoalan sederhana di lingkungan sekolah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bupati Rembang Apresiasi Kehadiran Smart Hospital KSH di Rembang
Jemaah Haji Muda Asal Klaten Jadi Sorotan, Faliha Nazihah Berangkat di Usia 22 Tahun
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
Kemdiktisaintek Dorong Sinergi Kampus–Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM
Arif Satria Dilantik Jadi Kepala BRIN, Presiden Prabowo Soroti Peran Strategis Riset dan Inovasi
Dinas Ketapang dan Hortikultura Sumut Didorong Lakukan Inovasi Berkelanjutan
komentar
beritaTerbaru