Menurutnya, kolaborasi dengan
Pemko Bandung bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau.
"Kami ingin buku tidak menjadi barang mewah yang hanya bisa diakses kalangan tertentu. Buku harus mudah dijangkau dan dapat menginspirasi lebih banyak orang," ujarnya.
Martinus menambahkan, minat baca di kalangan anak muda dan Generasi Z terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, berbagai karya sastra klasik kembali diminati pembaca.
Festival ini juga melibatkan komunitas literasi dan pelaku UMKM kuliner Kota Bandung sehingga diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Jika mendapat respons positif dari masyarakat, konsep serupa akan terus dikembangkan melalui berbagai program literasi lainnya di Kota Bandung. (R)
beritaTerkait
komentar