Jumat, 24 Juli 2026

Wagub Sumut Ingin Museum Pusaka Nias Jadi Destinasi Wisata Sejarah Kelas Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 15:49 WIB
Wagub Sumut Ingin Museum Pusaka Nias Jadi Destinasi Wisata Sejarah Kelas Dunia
Wakil Gubernur Sumut Surya saat mengunjungi Museum Pusaka Nias, Rabu (22/7/2026).

Gunungsitoli (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya menginginkan Museum Pusaka Nias di Kota Gunungsitoli berkembang menjadi destinasi wisata sejarah berkelas dunia.

Menurutnya, museum tersebut menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban masyarakat Ono Niha yang memiliki nilai tinggi dan layak diperkenalkan kepada masyarakat internasional. Hal itu disampaikan Surya saat mengunjungi Museum Pusaka Nias, Rabu.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan langsung berbagai koleksi peninggalan sejarah yang masih terawat berkat komitmen masyarakat adat menjaga warisan leluhur secara turun-temurun.

"Ternyata Nias dalam catatan sejarah dikenal hingga mancanegara. Ini harus kita kenalkan kepada generasi muda, bukan hanya di Kepulauan Nias, tetapi juga di daerah lain," ujar Surya.

Menurutnya, pelestarian Museum Pusaka Nias merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Pemerintah Provinsi Sumut harus bersinergi menjaga sekaligus mengembangkan museum agar menjadi pusat edukasi dan destinasi wisata unggulan.

"Harapan ini akan kami sampaikan kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution agar mendapat perhatian dan dukungan. Warisan sejarah seperti ini harus terus dijaga," katanya.

Surya menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sumut Bobby Nasution yang saat ini berkantor di Kepulauan Nias untuk mempercepat pembangunan serta menghapus status daerah tertinggal melalui berbagai program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

"Menjaga bukti sejarah ini penting sebagai sumber pengetahuan sekaligus objek wisata yang mampu menarik wisatawan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Museum Pusaka Nias, Nata'alui Duha, menjelaskan secara historis Kepulauan Nias terbagi menjadi dua kawasan budaya besar, yakni Nias Utara dan Nias Selatan. Perbedaan keduanya terlihat dari bentuk rumah adat, dialek bahasa, hingga tradisi yang berkembang di masing-masing wilayah.

"Rumah adat di Nias Selatan berbentuk segi empat, sedangkan di Nias Utara berbentuk oval. Dialek bahasanya juga berbeda. Pembagian budaya ini sudah ada jauh sebelum pemekaran kabupaten dan kota," jelas Nata.

Ia juga mengungkap sejarah kelam pada masa kolonial Belanda, ketika sejumlah warga Nias dijadikan objek penelitian. Wajah mereka dicetak menggunakan gipsum dan hasil cetakannya dibawa ke Belanda sebagai bahan riset.

Nata berharap perhatian Gubernur Bobby Nasution dan Wagub Surya terhadap Museum Pusaka Nias dapat memperkuat upaya pelestarian sekaligus pengembangan museum sebagai destinasi wisata sejarah unggulan.

Menurutnya, langkah tersebut akan semakin memperkenalkan budaya Nias ke dunia sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di Kepulauan Nias. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wagub Sumut Pastikan Penguatan Layanan Kesehatan di RSUD dr Thomsen Nias
Wagub Sumut Dorong Hilirisasi Rumput Laut di Nias Utara
Wagub Sumut Bekali Taruna Akmil dan AAL Nilai Integritas serta Kepemimpinan
Gubernur Sumut Perintahkan Penanganan Cepat Pasien Tumor Ganas di Nias Selatan
Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jalan Nisel-Nias Barat Dimulai Agustus 2026
Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan
komentar
beritaTerbaru