Minggu, 28 Juni 2026

MABBIM Perkuat Diplomasi Bahasa Serumpun di Era Digital

Minggu, 28 Juni 2026 15:13 WIB
MABBIM Perkuat Diplomasi Bahasa Serumpun di Era Digital
Komitmen memperkuat kerja sama kebahasaan di kawasan Asia Tenggara kembali ditegaskan dalam Musyawarah Sekretariat Ke-28 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia yang mempertemukan delegasi Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia.

Sentul (buseronline.com) - Komitmen memperkuat kerja sama kebahasaan di kawasan Asia Tenggara kembali ditegaskan dalam Musyawarah Sekretariat Ke-28 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia yang mempertemukan delegasi Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia.

Meski untuk pertama kalinya diselenggarakan secara daring, forum ini tetap menjadi wadah penting untuk memperkokoh diplomasi bahasa serumpun di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ketua MABBIM Indonesia Hafidz Muksin mengatakan Musyawarah Sekretariat merupakan forum strategis yang menjaga kesinambungan kerja sama kebahasaan antarnegara anggota. Menurutnya, keterbatasan pertemuan fisik tidak mengurangi semangat kolaborasi yang telah dibangun selama puluhan tahun.

"Forum ini merupakan panggung penting untuk merajut kembali tali komitmen, memperdalam ikatan persaudaraan, serta memperpanjang estafet kerja sama kebahasaan yang telah kita bangun bersama," ujar Hafidz dilansir dari laman Kemendikdasmen.

Ia juga menyebut Musyawarah Sekretariat sebagai "dapur utama" MABBIM karena menjadi ruang perumusan berbagai kebijakan strategis organisasi. Hafidz optimistis hasil pertemuan akan melahirkan keputusan yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan bahasa serumpun.

Didirikan pada 1972, MABBIM tidak hanya menjadi forum kerja sama kebahasaan, tetapi juga berperan sebagai instrumen diplomasi budaya yang mempererat hubungan Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia. Organisasi ini terus mendorong bahasa Indonesia dan bahasa Melayu berkembang sebagai bahasa ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi di kawasan.

Sekretaris MABBIM Indonesia, Dora Amalia, menegaskan bahwa penyelenggaraan musyawarah secara virtual menjadi bukti bahwa kerja sama kebahasaan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Melalui pertemuan ini, mari kita tunjukkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin erat selama puluhan tahun mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan tetap berjalan secara produktif," katanya.

Apresiasi juga datang dari Sekretaris MABBIM Brunei Darussalam, Dayang Hajah Annisa binti Haji Moksin. Ia menyampaikan penghargaan kepada Indonesia sebagai tuan rumah dan menilai komitmen seluruh negara anggota menjadi bukti kuat kebersamaan dalam memartabatkan bahasa serumpun.

Sementara itu, Sekretaris MABBIM Malaysia, Mohd Riduwan bin Wahab, mengatakan tantangan era digital menuntut MABBIM terus berinovasi. Menurutnya, penguatan kerja sama dan inovasi kebahasaan menjadi kunci agar bahasa Indonesia dan bahasa Melayu tetap relevan sebagai bahasa ilmu, budaya, dan komunikasi masyarakat serantau.

Melalui Musyawarah Sekretariat Ke-28 ini, ketiga negara anggota kembali menegaskan komitmen untuk menjaga dan mengembangkan bahasa serumpun sebagai bagian penting dari identitas, budaya, sekaligus sarana mempererat hubungan antarbangsa di kawasan Asia Tenggara. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polwan Polda Maluku Sabet Tiga Medali di Kejuaraan Binaraga Internasional Malaysia 2026
PJJ Diluncurkan, Solusi Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
Malaysia Bungkam Laos 3-0, Harimau Malaya Kian Perkasa di Kualifikasi Piala Asia 2027
Indonesia vs Malaysia Berakhir Imbang 0-0, Garuda Muda Lolos ke Semifinal sebagai Juara Grup A Piala AFF U-23
Filipina U-23 Kejutkan Malaysia di Laga Pembuka Piala AFF U-23 2025
Timnas Malaysia Tahan Imbang Cape Verde
komentar
beritaTerbaru