Jumat, 23 Oktober 2026

Garuda Academy CORE 4.0 Resmi Ditutup, Cetak 10 Talenta Strategis Sepak Bola Indonesia

Minggu, 01 Februari 2026 03:06 WIB
Garuda Academy CORE 4.0 Resmi Ditutup, Cetak 10 Talenta Strategis Sepak Bola Indonesia
Peserta dan jajaran pengajar berfoto bersama usai Graduation Ceremony Garuda Academy CORE 4.0 yang menandai kelulusan 10 talenta strategis pengelolaan sepak bola Indonesia di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Jakarta (buseronline.com) - Rangkaian program Garuda Academy CORE 4.0 resmi mencapai puncaknya setelah ditutup melalui Graduation Ceremony yang berlangsung di Jakarta, Kamis.

Penutupan ini menandai kelulusan sepuluh peserta terbaik yang diproyeksikan mengambil peran strategis dalam penguatan tata kelola dan peningkatan profesionalisme sepak bola Indonesia.

Garuda Academy merupakan program pengembangan sumber daya manusia yang diinisiasi PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) dengan durasi hampir satu tahun.

Program ini dimulai dari CORE 1.0 pada 29 April 2025 dan berlanjut secara bertahap hingga CORE 4.0 yang resmi dimulai pada 27 Januari 2026. Sejak tahap awal, Garuda Academy diikuti oleh 105 peserta terpilih dari berbagai latar belakang pengelolaan sepak bola.

Melalui proses seleksi dan evaluasi berlapis di setiap fase, jumlah tersebut mengerucut hingga menyisakan 10 peserta terbaik yang melanjutkan ke tahap akhir program.

Pada fase CORE 4.0, materi pembelajaran difokuskan pada penguatan tiga aspek utama dalam manajemen sepak bola modern, yakni manajemen strategis, manajemen keuangan, dan tata kelola sepak bola.

Program ini menghadirkan pemateri dari Asian Football Confederation (AFC), antara lain Lazarus J Xavier selaku AFC Member Association Division Head of Strategic Planning and Advisory, serta Yazeen Buhari sebagai AFC & ACE Consultant/Lecturer, yang terlibat secara konsisten sejak awal pelaksanaan Garuda Academy.

Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), Marsal Masita menyampaikan bahwa keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses panjang yang menuntut konsistensi dan komitmen tinggi.

“Dari lebih dari 300 pendaftar, kami menyeleksi 105 peserta terbaik, dan hari ini tersisa sepuluh orang yang telah melalui seluruh proses tersebut. Artinya, mereka bukan orang sembarangan. Ada ekspektasi, ada tanggung jawab, dan ada tekanan, karena mereka adalah top 10,” ujar Marsal.

Menurut Marsal, Garuda Academy dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat fondasi pengelolaan sepak bola nasional, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mengingat tantangan geografis Indonesia yang luas dengan 38 provinsi, PSSI menargetkan perluasan jangkauan program ke tingkat daerah.

“Mulai tahun depan kami menargetkan menjangkau lebih dari 10 asosiasi provinsi. Modul-modul Garuda Academy juga akan kami distribusikan ke tingkat asosiasi provinsi agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.

Marsal menambahkan, para lulusan CORE 4.0 akan menjadi bagian penting dalam agenda pengembangan organisasi PSSI ke depan, seiring rencana restrukturisasi di sejumlah sektor strategis.

“Sepuluh peserta terbaik ini akan menjadi prioritas PSSI dalam pengembangan tim ke depan. Kami akan sangat membutuhkan dukungan, kontribusi, dan peran aktif mereka untuk mendukung pertumbuhan sepak bola Indonesia,” katanya.

Kualitas Garuda Academy juga tercermin dari dinamika proses belajar yang semakin mandiri, di mana peran pengajar berkembang menjadi fasilitator diskusi seiring meningkatnya kapasitas peserta.

Ke depan, para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran yang diperoleh dalam praktik nyata di lingkungan kerja masing-masing.

Para lulusan Garuda Academy resmi tergabung dalam jaringan administrator sepak bola di bawah naungan AFC Academic Centre of Excellence.

Program ini diposisikan sebagai salah satu fondasi penting dalam upaya peningkatan tata kelola dan profesionalisme industri sepak bola nasional, sekaligus membuka peluang kontribusi para lulusan di tingkat regional maupun global.

Rangkaian Garuda Academy CORE 4.0 pun resmi berakhir melalui Graduation Ceremony pada Kamis (29/1/2026), menutup satu fase pembelajaran dan membuka babak baru bagi para lulusan dalam perjalanan pembangunan sepak bola Indonesia. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
Pemkab Toba Tingkatkan Kualitas Data Daerah melalui Portal Satu Data
Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah di Silaen, Bantu Masyarakat Dapatkan Sembako Terjangkau
RS Adam Malik Hadirkan Teknologi Urodinamik untuk Deteksi Gangguan Saluran Kemih
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Swasembada Pangan Dipercepat dan Produksi Pertanian Meningkat
Pemkab Demak Gencarkan Bulan Imunisasi Kejar, 5.444 Anak Berisiko Zero Dose
Inspektorat Medan Optimalkan E-Audit untuk Cegah Kecurangan Pengadaan Barang dan Jasa
komentar
beritaTerbaru