Sabtu, 18 April 2026

Kejurnas Panahan Junior Terbesar Sepanjang Sejarah Resmi Dibuka di Kudus

Senin, 30 Juni 2025 07:23 WIB
Kejurnas Panahan Junior Terbesar Sepanjang Sejarah Resmi Dibuka di Kudus
Ratusan atlet muda dari berbagai provinsi bersiap mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior MilkLife Archery Challenge 2025 di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (28/6/2025).
Kudus (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Dito) secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior MilkLife Archery Challenge 2025 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Sabtu.

Ajang bergengsi ini diikuti 876 atlet muda dari 28 provinsi, menjadikannya sebagai Kejurnas panahan junior terbesar dalam sejarah. Kejuaraan berlangsung sejak 27 Juni hingga 5 Juli 2025, mempertandingkan empat kategori usia: U-10, U-13, U-15, dan U-18.

Wakil Gubernur Taj Yasin menyebut penambahan kategori kelompok umur 10 tahun menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat pembinaan olahraga panahan sejak usia dini.

"Ini menunjukkan keseriusan kita untuk cabang olahraga panahan agar lebih masif lagi pembinaannya," ujar Taj Yasin.

Ketua Umum PB Perpani Arsjad Rasjid menyampaikan Jawa Tengah kembali dipercaya sebagai tuan rumah Kejurnas panahan setelah 29 tahun. Ia menyebut kejuaraan kali ini menjadi yang paling lengkap dari segi kelompok umur dan terbanyak jumlah peserta.

"Ini membangun ekosistem pembinaan nasional yang lebih kokoh. Untuk pertama kalinya juga akan ada penetapan juara umum yang memperoleh piala dan uang pembinaan," jelas Arsjad.

Secara rinci, sebanyak 442 atlet bertanding di divisi Standar Nasional, 221 atlet di divisi Recurve, dan 213 atlet di divisi Compound.

Menpora Dito mengapresiasi sinergi antara PB Perpani dan sektor swasta seperti Bhakti Olahraga Djarum dalam menyelenggarakan Kejurnas.

Ia menegaskan pentingnya pembinaan merata demi mencetak atlet panahan andalan di masa depan. "Panahan selalu menjadi salah satu cabang unggulan Indonesia di Olimpiade. Karenanya, pembinaan dan pemerataan sangat dibutuhkan," tegasnya.

Dito menyoroti Kudus sebagai destinasi sport tourism yang berdampak positif pada sektor UMKM, perhotelan, dan pariwisata daerah.

Salah satu momen menarik dalam Kejurnas ini adalah kehadiran 11 atlet dari Papua Tengah yang harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa berpartisipasi, bahkan orang tua mereka menyusul menggunakan kapal laut.

Dua atlet muda tuan rumah asal Jawa Tengah, Deeva Earlyta Arsyfa (U-13) dan Hilma Adelya (U-18), menyatakan tekad mereka untuk meraih gelar juara di hadapan publik sendiri.

"Harapannya bisa fokus, tembakannya grouping, dan lebih tenang," ujar Hilma optimis. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
Braga Bangkit Dramatis, Singkirkan Betis dan Melaju ke Semifinal Liga Europa
Freiburg Permalukan Celta Vigo, Lolos ke Semifinal Liga Europa dengan Agregat 6-1
Shakhtar Donetsk Lolos ke Semifinal UECL Usai Imbang Dramatis Lawan AZ Alkmaar
Shakhtar Donetsk Lolos ke Semifinal UECL Usai Imbang Dramatis Lawan AZ Alkmaar
Realisasi PAD Medan Capai 19,91 Persen, Wali Kota Tekankan Optimalisasi Pajak
Wakil Bupati Taput Hadiri Wisuda XII IAKN Tarutung, Dorong Lulusan Terapkan Prinsip 3B
komentar
beritaTerbaru