Minggu, 04 Oktober 2026

Porprov XVII Jateng Diikuti 7.990 Atlet, Jadi Ajang Pembinaan Menuju PON

Minggu, 04 Oktober 2026 17:30 WIB
Porprov XVII Jateng Diikuti 7.990 Atlet, Jadi Ajang Pembinaan Menuju PON
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Chef de Mission Meeting Porprov XVII Jawa Tengah di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (2/10/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 bakal diikuti 7.990 atlet dan 1.911 ofisial. Mereka akan bersaing memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, Porprov XVII tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarkabupaten/kota, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet untuk mencetak prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Chef de Mission Meeting Porprov XVII Jawa Tengah di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, pada 2 Oktober 2026.

"Tujuan kita adalah menyatukan misi agar agenda Porprov ke-17 mampu membina para atlet, sehingga ke depan kita bisa menambah medali untuk Indonesia," ujar Taj Yasin.

Menurut dia, potensi atlet Jawa Tengah telah terbukti melalui sejumlah prestasi di ajang olahraga internasional. Pada Asian Games 2026, atlet Jawa Tengah turut menyumbangkan medali bagi Indonesia.

Dari lima medali emas yang diraih Indonesia, dua di antaranya disumbangkan atlet Jawa Tengah. Selain itu, Jawa Tengah juga menyumbangkan satu medali perak dari cabang menembak serta dua medali perunggu dari wushu. "Ini yang harus terus kita pupuk," katanya.

Taj Yasin menegaskan, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan. Porprov, kata dia, menjadi salah satu tahapan penting untuk mempersiapkan atlet menuju PON 2028.

Ia berharap seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat bersinergi membangun prestasi olahraga. Kesuksesan Porprov XVII juga diharapkan menjadi modal bagi Jawa Tengah untuk menunjukkan kesiapan apabila dipercaya menjadi tuan rumah PON berikutnya.

"Kita berharap ketika sukses dalam perhelatan ini, kita bisa dilirik menjadi tuan rumah PON berikutnya," ujarnya.

Selain prestasi olahraga, Taj Yasin menyebut Porprov juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, suporter, dan masyarakat selama penyelenggaraan diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah.

Ia pun mengajak masyarakat ikut menyukseskan Porprov XVII dengan hadir dan memberikan dukungan kepada para atlet. "Mari ramaikan dan kita sukseskan bersama," ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga meminta para Chef de Mission (CdM) kontingen memperhatikan kondisi mental atlet. CdM tidak hanya bertugas memastikan kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan transportasi terpenuhi, tetapi juga menjadi penghubung sekaligus motivator bagi atlet.

"Ketika mental mereka turun, kita sekaligus menjadi motivator untuk para atlet. Ini yang harus kita bantu dan kita tekankan pada acara kali ini," kata Gus Yasin.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan, Chef de Mission Meeting menjadi forum untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam Porprov XVII.

Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan, mulai dari venue pertandingan, akomodasi, konsumsi, transportasi, keamanan, kesehatan, perangkat pertandingan, hingga aspek teknis dan pelayanan.

"Kami berharap seluruh peserta, khususnya Chef de Mission kontingen kabupaten/kota, memperoleh gambaran yang jelas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Porprov," ujar Sudjarwanto.

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan mulai mempertandingkan sejumlah cabang olahraga pada 20 Oktober. Pembukaan resmi dijadwalkan 25 Oktober, sedangkan seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2026. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor
Wamendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah di Daerah Rawan Banjir Demak
Nawal Dorong Penguatan Layanan Terpadu untuk Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
Guru Dilibatkan Hapus Stigma Kusta terhadap Anak di Jepara
komentar
beritaTerbaru