Jika rencana tersebut terealisasi, Piala Presiden tidak lagi hanya menjadi ajang persiapan klub sebelum kompetisi resmi dimulai. Turnamen ini bisa menjadi salah satu kesempatan bagi
Timnas Indonesia untuk mendapatkan lawan berkualitas dari luar negeri.
Meski demikian, perubahan format Piala Presiden masih dalam tahap pembahasan. PSSI harus menemukan formula yang tepat agar turnamen tersebut dapat berjalan sesuai dengan kalender internasional.
Salah satu persoalan yang harus diselesaikan adalah penentuan jadwal pertandingan. Erick menegaskan Piala Presiden harus digelar pada periode FIFA Matchday agar negara peserta dapat membawa skuad terbaiknya.
"Nah ini kita coba cari formulanya. Tinggal pertandingan harus tetap ada di FIFA Matchday, di slot jadwal yang ditentukan FIFA. Itu aja dinamikanya yang mungkin agak kompleks," jelas Erick.
Dengan rencana tersebut, Piala Presiden berpeluang memasuki era baru mulai 2027. Turnamen yang awalnya lahir sebagai kompetisi untuk memberikan aktivitas bagi klub di tengah situasi sulit sepak bola Indonesia itu kini berpotensi berkembang menjadi panggung internasional bagi Timnas Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar