Bandung (buseronline.com) - Kota Bandung kembali dipercaya menjadi tuan rumah Seri IV Kejuaraan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) yang berlangsung di GOR Bandung Arena.
Dilansir dari laman Jabarprov, ajang nasional yang digelar selama tiga hari ini diikuti sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi, menjadikannya seri dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan tahun ini.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan bukti komitmen Kota Bandung dalam mendukung pembinaan olahraga secara berkelanjutan, mulai dari pembudayaan olahraga di masyarakat hingga melahirkan atlet berprestasi di tingkat dunia.
"Alhamdulillah, Kota
Bandung selama tiga hari menjadi tuan rumah seri keempat kejuaraan taekwondo. Ini menunjukkan komitmen Kota
Bandung untuk terus menjadi tempat pengembangan berbagai cabang olahraga," ujar Farhan, Sabtu.
Farhan menegaskan, pembangunan olahraga harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pembinaan yang konsisten mulai menunjukkan hasil. Dari empat atlet taekwondo nasional yang saat ini menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan menuju Olimpiade, dua atlet berasal dari Kota Bandung, yakni Arjuna dan Meka.
"Olahraga itu dari hulu sampai hilir. Hulunya adalah pembudayaan dan pemasyarakatan olahraga, sedangkan hilirnya adalah prestasi kelas dunia. Alhamdulillah, dua atlet pelatnas persiapan Olimpiade berasal dari Kota
Bandung," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBTI Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung dalam menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan. Ia menyebut antusiasme peserta di Kota Bandung menjadi yang tertinggi dibanding empat seri sebelumnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas. Antusiasme peserta di
Bandung luar biasa, mencapai sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak dibanding seri-seri sebelumnya," ujarnya.
Selain atlet reguler, kejuaraan juga diikuti 18 atlet para taekwondo dari enam provinsi. Menurut Amrin, tingginya partisipasi menunjukkan perkembangan positif olahraga taekwondo di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, sebagai salah satu daerah penghasil atlet nasional.
Komite Pertandingan PBTI, Charles Christofers menjelaskan kejuaraan mempertandingkan empat kategori, yakni pra-kadet, kadet, junior, dan senior. Khusus kategori senior, pertandingan menjadi ajang seleksi atlet menuju pemusatan latihan nasional dengan memperebutkan delapan medali emas.
"Kompetisi berlangsung sangat ketat. Sejak kategori kadet para atlet sudah menunjukkan persaingan yang sengit. Hingga kategori senior nanti, persaingan diprediksi masih berlangsung ketat, terutama antara Kota Bandung dan Jawa Tengah," kata Charles.
Kontingen Kota
Bandung menjadi peserta dengan jumlah atlet terbanyak mulai dari kategori pra-kadet hingga senior, sekaligus menegaskan peran Kota
Bandung sebagai salah satu pusat pembinaan dan pengembangan olahraga taekwondo di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar