Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Tarutung (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menyerahkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan Isi Hu
Regional 8 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memfinalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue periode 2026–2029 sebagai langkah strategis menghadapi tantangan urbanisasi, perubahan iklim, serta tingginya mobilitas penduduk yang memicu peningkatan risiko penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya mencapai target global “Nol Kematian akibat Dengue pada 2030”.
Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes RI, dr Murti Utami, menegaskan bahwa pendekatan konvensional tidak lagi memadai untuk menekan penyebaran dengue.
Menurutnya, intervensi tunggal harus digantikan dengan strategi terpadu yang mencakup pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan klinis.
“Urbanisasi yang tinggi, perubahan iklim, dan peningkatan mobilitas masyarakat menuntut pendekatan yang lebih terintegrasi dan preventif. Kita harus memadukan surveilans yang kuat, pelibatan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi berkelanjutan agar selangkah lebih maju dari penyakit ini,” ujar Murti saat membuka Forum Regional Dengue di Hotel JW Marriott Jakarta, Senin.
Forum tersebut dihadiri pejabat tinggi kementerian kesehatan negara-negara ASEAN, Sekretariat ASEAN, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah daerah, sektor swasta, serta para pakar kesehatan. Pertemuan ini bertujuan menyusun rekomendasi kebijakan terintegrasi untuk melindungi sekitar 670 juta penduduk ASEAN dari ancaman dengue.
Dalam RAN 2026–2029, Kemenkes menetapkan empat pilar utama pengendalian dengue. Pertama, meningkatkan deteksi dini dan diagnosis kasus agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Kedua, memperkuat tata laksana klinis serta sistem rujukan untuk menekan angka kematian.
Ketiga, mendorong pencegahan terintegrasi melalui pengendalian vektor, inovasi teknologi seperti Wolbachia, vaksinasi, dan komunikasi risiko kepada masyarakat. Keempat, memperkuat sistem surveilans terpadu dan peringatan dini (early warning system) untuk respons cepat saat terjadi wabah.
“Seluruh upaya ini akan ditopang tata kelola yang kuat, pembiayaan berkelanjutan, kemitraan strategis, serta riset dan inovasi yang terus-menerus,” tambah Murti.
Dilansir dari laman Kemenkes, Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menekankan bahwa pendekatan komprehensif menjadi kunci keberhasilan di lapangan. Menurutnya, pengendalian dengue harus menyasar lingkungan, nyamuk penular, dan manusia secara bersamaan.
“Kita harus mengontrol lingkungannya, vektor nyamuknya, dan manusianya melalui vaksin. Ketiganya harus berjalan bersamaan. Jangan sampai kita bicara vaksin, tapi lingkungannya dibiarkan kumuh,” tegas Prima.
Terkait inovasi, pemerintah berkomitmen melanjutkan program nyamuk ber-Wolbachia yang saat ini telah diterapkan di lima kota. Evaluasi program tersebut akan menjadi dasar perluasan ke 20 hingga 100 kota secara bertahap. Selain itu, Kemenkes juga mendorong pemerintah daerah mengadopsi vaksin dengue secara mandiri sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Asnawi Abdullah, menilai kolaborasi antarnegara di kawasan ASEAN sangat penting karena dengue merupakan masalah lintas batas.
Namun, tantangan terbesar dinilai tetap berada pada sinergi di tingkat nasional. Ketua Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, dr Suir Syam, menegaskan peran pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian penyakit ini.
“Mengingat angka kesakitan di Indonesia masih tinggi, tidak mungkin pemerintah pusat bekerja sendiri. Masyarakat dan pemerintah daerah harus bergerak bersama untuk mencegah dengue sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Melalui pendekatan terintegrasi tersebut, pemerintah optimistis pengendalian dengue dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus mempercepat terwujudnya target nol kematian akibat dengue pada 2030. (R)
Tarutung (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menyerahkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan Isi Hu
Regional 8 jam lalu
Muara (buseronline.com) Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, SSi, MSi, resmi membuka Tapanuli Highlands Festiva
Olahraga 9 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mendorong pemerintah kabupaten/kota mempercepat proses v
Ekonomi 11 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres
Regional 11 jam lalu
Medan (buseronline.com) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A menyusul ditemukannya
Kesehatan 12 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Polri melepas 140 personel Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA untuk menjalankan mis
Hukum & Peristiwa 13 jam lalu
Tangerang Selatan (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspres
Pendidikan 13 jam lalu
Cirebon (buseronline.com) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Muti mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri
Pendidikan 14 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan pentingnya keselamatan pasien dalam setiap tahapan pelayanan kese
Kesehatan 15 jam lalu
Medan (buseronline.com) Galeri Mustika Deli yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan terus menunjukkan perannya sebagai pusat
Ekonomi 15 jam lalu