Rabu, 27 Mei 2026

Dinkes Jabar Sediakan Suntik Anti Tetanus untuk Relawan Penanganan Longsor KBB

Sabtu, 31 Januari 2026 09:18 WIB
Dinkes Jabar Sediakan Suntik Anti Tetanus untuk Relawan Penanganan Longsor KBB
Relawan gabungan melakukan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan dukungan layanan kesehatan dari Dinkes Jawa Barat, termasuk penyediaan suntik anti tetanus bagi relawan di lokasi bencana. (Dok/Jabar

Bandung (buseronline.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyiapkan suntik anti tetanus bagi para relawan yang terlibat dalam proses evakuasi korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan risiko infeksi akibat luka saat bertugas di lokasi bencana.


Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan pemberian vaksin anti tetanus penting untuk menjaga kondisi kesehatan relawan yang rentan terkena benda tajam, material puing, maupun kontaminasi tanah saat proses penyelamatan korban.


“Kami menyiapkan anti tetanus ini dalam jumlah banyak. Jadi jangan khawatir bagi relawan yang akan disuntik anti tetanus, kita siap,” ujar Vini saat dihubungi, Rabu (28/1/2026).


Selain vaksinasi, dilansir dari laman Jabarprov, Dinkes Jabar juga menerjunkan tim kesehatan ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan medis langsung kepada korban maupun petugas. Sejumlah fasilitas kesehatan tingkat rujukan lanjut (FKTRL) turut disiagakan guna menangani kasus kegawatdaruratan.


Adapun rumah sakit rujukan yang disiapkan meliputi RSUD Welas Asih, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, dan RS Dustira.


“Rumah sakit tersebut siap menerima rujukan jika ditemukan korban dengan kondisi darurat atau membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Vini.


Ia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinkes Kabupaten Bandung Barat dalam mengoordinasikan klaster kesehatan melalui pengaktifan Health Emergency Operation Center (HEOC). Posko kesehatan juga terus dipantau untuk memastikan layanan berjalan optimal.


“Kita juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan posko kesehatan, sekaligus memberikan penyuluhan kepada para pengungsi terkait upaya menjaga kesehatan selama masa bencana,” tuturnya.


Tak hanya itu, Dinkes Jabar turut membantu aparat kepolisian dalam proses identifikasi korban meninggal dunia dengan menyiapkan perlengkapan Disaster Victim Identification (DVI), termasuk peti jenazah dan freezer penyimpanan.


Menurut Vini, dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan korban sekaligus memastikan proses tanggap darurat berjalan efektif.


“Kami berharap, apa yang kami lakukan dapat membantu, memperlancar, dan mempercepat proses penanggulangan bencana,” pungkasnya. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru