Sabtu, 10 Oktober 2026

Pasien 59 Tahun Pulih Cepat Setelah Operasi Jantung Minimal Invasif di RS Kemenkes Surabaya

Sabtu, 22 November 2025 03:23 WIB
Pasien 59 Tahun Pulih Cepat Setelah Operasi Jantung Minimal Invasif di RS Kemenkes Surabaya
Menteri Kesehatan bersama tim dokter RS Kemenkes Surabaya menjenguk dan memberi dukungan kepada pasien yang baru menjalani operasi jantung minimal invasif.
Surabaya (buseronline.com) - Seorang pasien berusia 59 tahun, Tin Siong Djing, berhasil pulih dengan cepat setelah menjalani operasi jantung minimal invasif atau Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) di RS Kemenkes Surabaya.

Dilansir dari laman Kemkes, prosedur ini dilakukan tanpa membelah tulang dada, sehingga mempercepat pemulihan pasien dibanding operasi jantung konvensional.

Tin sebelumnya telah mengantre selama setahun di rumah sakit lain dan hampir memutuskan untuk menjalani operasi di luar negeri. Namun, pada September 2025 ia mengalami serangan jantung berulang hingga akhirnya dirawat di RS Kemenkes Surabaya.

Tim jantung rumah sakit kemudian melakukan rapat untuk menentukan tindakan terbaik bagi pasien, antara pemasangan ring atau operasi bypass. Setelah evaluasi menyeluruh, Tin diputuskan menjalani operasi pintas arteri koroner.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang meninjau langsung proses perawatan pasien menjelaskan bahwa teknik MICS membawa perubahan besar dalam prosedur operasi bypass jantung. Jika sebelumnya pasien harus melalui prosedur pemotongan tulang dada, kini operasi dapat dilakukan melalui sayatan kecil di sela-sela tulang rusuk.

“Sekarang, dengan teknologi baru, tidak perlu membuka atau membelah dadanya. Cukup bikin sayatan kecil, alat dimasukkan, kemudian operasinya dilakukan,” ujar Menkes Budi.

Operasi yang dijalankan menggunakan teknik off-pump, yakni prosedur dilakukan tanpa menghentikan jantung. Menkes menyebut teknik ini memiliki risiko efek samping yang lebih rendah dibanding teknik on-pump yang menggunakan mesin jantung-paru.

“Off-pump itu istilahnya jantung nggak diberhentiin. Efek sampingnya jauh lebih sedikit dibanding on-pump,” tambahnya.

Dokter bedah jantung RS Kemenkes Surabaya, dr Nata menegaskan bahwa transisi menuju teknik sayatan minimal kini telah menjadi standar baru dalam operasi jantung modern.

“Yang kita harapkan itu lukanya lebih kecil, penyembuhannya lebih cepat, dan kualitas hidup pasien jauh lebih baik,” jelasnya.

Operasi yang dijalani Tin berlangsung sekitar tiga setengah jam, dengan pemasangan X-tube hanya 10 jam. Kondisi ini memungkinkan pasien pulang lebih cepat dibanding pasien yang menjalani operasi jantung konvensional.

Tin Siong Djing mengaku puas dengan pelayanan cepat dan efisien dari RS Kemenkes Surabaya. Ia memuji kompetensi tenaga medis dan kualitas layanan rumah sakit tersebut.

Menkes Budi berpesan agar pasien tetap menjaga pola hidup sehat dan mendorong masyarakat untuk percaya pada kemampuan layanan kesehatan dalam negeri.

“Jangan lupa bilang ke teman-teman, tidak usah berobat ke luar negeri karena di sini sudah bisa melakukan tindakan yang canggih,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Wabup Lantik 12 Pejabat Pemkab Taput, dr Tiurma Sinaga Kembali Menjadi Kapus Siborong-borong
Gagal Tiga Kali Tak Bikin Mundur, Anak Satpam di Deliserdang Taklukkan Seleksi Taruna AAL
DVI Polri Identifikasi 63 Korban KM Virgo Transport 8, 17 Jenazah Masih Diproses
Siswa SMK Muhammadiyah Sumpiuh Kenali Teknologi Lalu Lintas di NTMC Korlantas Polri
Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan
RS Bhayangkara Brimob Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
komentar
beritaTerbaru