Rabu, 14 Oktober 2026

Taj Yasin Dorong Intensifikasi Imunisasi untuk Cegah Kasus Polio

Selasa, 28 Oktober 2025 09:18 WIB
Taj Yasin Dorong Intensifikasi Imunisasi untuk Cegah Kasus Polio
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meneteskan vaksin polio kepada balita saat peringatan World Polio Day 2025 di Kota Semarang, Minggu (26/10/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta vaksinasi dan imunisasi polio di wilayahnya kembali diintensifkan guna mencegah terjadinya kasus polio di daerah tersebut.

“Kami perlu melakukan kampanye untuk vaksinasi polio, karena setelah adanya Covid-19, kegiatan vaksin atau imunisasi polio menurun,” ujar Taj Yasin, di sela peringatan World Polio Day 2025 yang digelar Rotary Club District 3420 dan District 3410 di Awanncosta, POJ City, Semarang, Minggu.

Menurutnya, penurunan imunisasi pasca-pandemi berdampak pada munculnya kembali kasus polio di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Pada 2023, tercatat satu kasus polio di Kabupaten Klaten pada anak usia enam tahun yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap.

“Walaupun hanya satu kasus, penyakit polio ini menular, sehingga skrining melalui imunisasi dan vaksinasi pada anak-anak harus terus dilakukan,” tambahnya, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Gus Yasin menambahkan, Pemprov Jawa Tengah mengapresiasi gerakan World Polio Day 2025 yang diselenggarakan Rotary Club. Kegiatan ini juga mencakup imunisasi serentak bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

“Ini menjadi kesadaran bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti imunisasi atau vaksin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub menyatakan, skrining dan imunisasi polio juga akan diintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) yang diterjunkan ke desa-desa se-Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih paripurna bagi masyarakat.

“Nanti bisa kita integrasikan dengan Speling agar cakupannya lebih luas,” jelasnya.

Sementara itu, District Governor Rotary Distrik 3420, Dyah Anggraeni, menegaskan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan lembaganya terhadap pemberantasan polio.

“Rotary adalah organisasi nonpolitik dan nonagama dengan tujuh fokus pengabdian, salah satunya kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio,” ujar Dyah.

Kegiatan Fun Run yang digelar dalam rangka World Polio Day melibatkan ribuan peserta di Semarang dengan rute 3 km, 5 km, dan 10 km. Selain berlari, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif terkait pencegahan polio.

Acara ini ditutup dengan penetesan vaksin polio secara simbolis, sebagai bentuk dukungan kampanye imunisasi dan ajakan kepada masyarakat agar tidak ragu melakukan vaksinasi.

Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan anak-anak dan mencegah penyebaran penyakit polio di wilayahnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Taput Relokasi Pedagang Tanggul Aek Sigeaon, Utamakan Keselamatan dan Penataan Kawasan
KPH Balige Dukung Surat Edaran Bupati Toba, Warga Diimbau Waspadai Pembagian Lahan Ilegal di Eks Kawasan TPL
Cegah Dampak Kabut Asap, Kadis Pendidikan Taput Imbau Sekolah Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
BNPB Catat 639,23 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi Prioritas
Taput Tuan Rumah Rakernas V MPK Indonesia, 250 Peserta Bakal Hadiri Transformasi Pendidikan Kristen
Komisi B DPRD Toba Tinjau Proyek Rekonstruksi Jalan, Pastikan Material Sesuai Spesifikasi
komentar
beritaTerbaru