Kamis, 20 Agustus 2026

Ahmad Luthfi Tegaskan Pengawasan MBG Harus Ditingkatkan untuk Pastikan Pangan Aman

Rabu, 08 Oktober 2025 10:14 WIB
Ahmad Luthfi Tegaskan Pengawasan MBG Harus Ditingkatkan untuk Pastikan Pangan Aman
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan arahan dalam rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Senin (6/10/2025). (Dok/H
Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih diperketat untuk menjamin keamanan pangan di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Luthfi saat memimpin rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Senin.

Rapat dihadiri sekitar 4.000 peserta, termasuk mitra SPPG, ahli gizi, bupati dan wali kota, serta instansi terkait di Jawa Tengah.

“Harapannya, kejadian-kejadian keracunan kemarin tidak terulang. Program ini bersifat struktural, maka harus kita laksanakan dengan ketat,” tegas Luthfi.

Gubernur menekankan seluruh kepala daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan program MBG berjalan aman, higienis, dan berkelanjutan. “SPPG tidak boleh eksklusif. Harus siap diperiksa kapan pun, termasuk adanya quick response jika terjadi kasus,” ujarnya.

Luthfi menegaskan pengawasan harus menyeluruh, mulai dari dapur, distribusi makanan, hingga pengelolaan limbah. Setiap dapur penyedia MBG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan siap dilakukan inspeksi lapangan, termasuk dengan posko pengawasan 24 jam.

“Program MBG memiliki multi efek. Selain menyehatkan anak-anak, program ini juga mendorong ekonomi lokal karena bahan bakunya berasal dari kelompok tani, BUMDes, dan UMKM daerah,” tambahnya.

Kepala Badan Gizi Nasional RI, Dadan Hindayana, menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan capaian SPPG tertinggi di Indonesia, yakni 1.596 unit atau sekitar 50 persen dari standar nasional.

Nilai investasi dari program MBG di Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp32 T per tahun, yang memberi dorongan signifikan bagi industri pangan lokal.

Dadan menegaskan BGN akan memperketat standar operasional melalui inspeksi rutin, verifikasi dapur, penggunaan alat rapid test pangan, air bersertifikat, dan rekaman CCTV dapur untuk pengawasan pusat.

“Setiap SPPG harus bisa menjamin makanan sehat, bergizi, seimbang, dan aman dikonsumsi,” ujarnya.

Luthfi menekankan, koordinasi terpadu lintas kementerian seperti Kemenkes, BPOM, KLHK, dan Kemendagri akan terus dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan optimal dan aman bagi masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
32 Sekolah di Rembang Raih Penghargaan Adiwiyata Kabupaten 2026
Pemko Medan dan DPRD Sepakati KUA-PPAS Perubahan 2026 dan R-APBD 2027
Kapolri: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama Penanganan Gempa NTT
Disdik Jabar dan UPI Kolaborasi Atasi Kekurangan Guru melalui Program GEMA JABAR
Omzet Galeri UKM Jateng Tembus Rp439 Juta dalam Enam Bulan, Bakal Direbranding
BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum
komentar
beritaTerbaru