Selasa, 08 September 2026

Menkes Budi Minta Sistem Talent Pool Kemenkes Dikelola Secara Terukur

Sabtu, 20 September 2025 07:19 WIB
Menkes Budi Minta Sistem Talent Pool Kemenkes Dikelola Secara Terukur
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan arahan dalam sesi Leader’s Talk Program Manajerial Leaders Batch 3 di Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat kepemimpinan manajerial internal melalui program Manajerial Leaders Batch 3. Salah satu agenda utama dalam program tersebut adalah Leader’s Talk bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, yang menekankan pentingnya sistem talent management yang terukur, terintegrasi, dan berbasis kinerja.

Dalam arahannya, Menkes Budi menegaskan perlunya klasifikasi talenta di rumah sakit maupun unit kerja Kemenkes agar pengelolaan sumber daya manusia lebih efektif. Sistem talent pool Kemenkes disebutkan menggunakan sejumlah kriteria, seperti kinerja, latar belakang pendidikan, potensi, dan kompetensi.

“Menentukan Box 7, 8, 9 kita pakai variabel antara lain kinerja, latar belakang termasuk pendidikan. Kinerja itu mencakup kalibrasi dan pemeringkatan,” jelas Budi, Selasa.

Program Manajerial Leaders Batch 3 sendiri menghadirkan metode pembelajaran daring dan luring, serta studi tiru ke berbagai institusi, seperti CDC Amerika Serikat, Airport Health Accreditation di Singapura, Siloam Hospital, Paragon Corp, dan Laboratorium Prodia.

Peserta juga memperoleh pengalaman lapangan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kemenkes untuk membuat proyek aksi pembelajaran sebagai tugas akhir.

Selain membahas penguatan kepemimpinan, Menkes Budi juga menyoroti peran strategis Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) sebagai garda terdepan pengendalian penyakit menular lintas batas. Ia mendorong BKK agar lebih adaptif dengan perkembangan teknologi.

“Saya ingin BKK lebih diotomatisasi, lebih disimplifikasi. Kalau bisa kreatif sedikit, gunakan AI agar surveillance lebih baik,” ungkapnya.

Budi menambahkan, fungsi BKK tidak hanya terbatas pada pengawasan di pintu masuk negara, tetapi juga harus menjadi “radar” Kemenkes dalam mendeteksi penyakit menular di wilayah kerja masing-masing.

“Saya mau tambah satu lagi, radarnya Kemenkes, untuk bisa melakukan surveilans penyakit menular di daerah dia berada. Jadi bukan hanya mengurus lintas batas,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kemenkes berharap sistem talent pool yang lebih terukur dan penguatan peran BKK mampu meningkatkan kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Taput Genjot Perbaikan Infrastruktur di Garoga, Sejumlah Jalan dan Jembatan Ditangani
119 Laporan SP4N-LAPOR! Belum Ditindaklanjuti, Pemkab Toba Dorong OPD Bergerak Cepat
Pemkab Taput Dorong BBI Purbatua Jadi Pusat Percontohan Budidaya Ikan
Gedung Baru SMKN 1 Setu Tingkatkan Kenyamanan Belajar dan Praktik Siswa
KPK Ajak Masyarakat Berani Berubah dan Lawan Korupsi Lewat Kawan Aksi
Kemendikdasmen Imbau Sekolah Utamakan Keselamatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
komentar
beritaTerbaru