Kamis, 20 Agustus 2026

Perizinan Tenaga Kesehatan Lebih Cepat Lewat Pemanfaatan AI dan Digitalisasi

Senin, 15 September 2025 10:14 WIB
Perizinan Tenaga Kesehatan Lebih Cepat Lewat Pemanfaatan AI dan Digitalisasi
Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan (kiri), bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) berbincang usai acara penandatanganan keputusan bersama di Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Do
Jakarta (buseronline.com) - Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pelayanan publik, termasuk perizinan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam acara Penandatanganan Keputusan Bersama tentang Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten/Kota melalui Mal Pelayanan Publik Digital Nasional, di Jakarta, Selasa.

“Investasi digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan pelayanan publik yang efisien, transparan, dan mudah diakses,” ujar Luhut.

Luhut mengingatkan pengalaman pandemi COVID-19 yang menunjukkan kelemahan sistem kesehatan nasional. “Saat India lockdown, kita bahkan kesulitan mendapat paracetamol. Dari situ saya bertekad, minimal 60–70% kebutuhan kesehatan harus dipenuhi industri dalam negeri,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa transformasi digital membantu pemerintah menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. “Digitalisasi membuat kita berani tidak melakukan lockdown total, karena kita punya data real-time pergerakan penduduk. Itu menyelamatkan ekonomi sekaligus kesehatan,” tambahnya.

Menurut Luhut, sistem pemerintahan digital akan dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan AI. “AI mampu membaca seluruh data pemerintahan, menekan potensi penyimpangan, mempercepat perizinan, dan memberikan dasar keputusan presiden yang lebih akurat,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai lokasi percontohan integrasi sistem digital sebelum diterapkan di seluruh Indonesia. “Jika uji coba berhasil, Januari tahun depan sistem ini akan diluncurkan di 514 kabupaten/kota,” kata Luhut.

Ia juga mengapresiasi terobosan digitalisasi layanan perizinan tenaga medis yang dipelopori Kementerian Kesehatan. “Saya senang Kemenkes telah memulai integrasi ini ke dalam Mal Pelayanan Publik Digital Nasional. Dalam tiga tahun, saya yakin sistem akan berjalan penuh secara nasional,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Luhut menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. “Kalau kita bersatu padu, tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan. AI akan membawa efisiensi, efektivitas, dan akurasi data untuk pelayanan publik yang lebih baik bagi bangsa,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kapolri: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama Penanganan Gempa NTT
Disdik Jabar dan UPI Kolaborasi Atasi Kekurangan Guru melalui Program GEMA JABAR
Omzet Galeri UKM Jateng Tembus Rp439 Juta dalam Enam Bulan, Bakal Direbranding
BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum
5 Bomber Siap Bersaing Rebut Sepatu Emas Premier League 2026/2027
Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di NTT Pascagempa 7,7 Magnitudo
komentar
beritaTerbaru