Depok (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI secara resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Program ini menyasar sekitar 53 juta pelajar dan bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental anak usia sekolah.
Peluncuran perdana program ini dilakukan di SD Prestasi Global, Depok, Jawa Barat, pada Senin, dan ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam sektor kesehatan, guna menghadirkan layanan yang merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Hari ini kami melaksanakan program CKG di SD Prestasi Global, Depok, sebagai bagian dari pelaksanaan serentak di 19 kota dan kabupaten di Jawa Barat,” ujar Prof Dante.
Program CKG tahun ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan kegiatan pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Fokusnya kali ini adalah pada peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), dengan metode pemeriksaan berdasarkan kelompok usia untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih tepat sasaran.
“Perbedaannya terletak pada kelompok usia yang diperiksa. Program kali ini dikhususkan untuk pelajar SD, sementara kegiatan sebelumnya melibatkan kelompok usia dewasa dan lansia,” jelas Prof Dante.
Menurutnya, efektivitas dan ketepatan diagnosis sangat tergantung pada pendekatan berbasis usia. Karena itu, pemeriksaan dirancang berbeda untuk setiap jenjang pendidikan.
Prof Dante menyampaikan bahwa pelaksanaan pemeriksaan di sekolah dinilai lebih efisien ketimbang membawa siswa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.
“Kalau anak-anak dibawa ke Puskesmas, itu kan lebih sulit mengumpulkannya. Nanti koordinasi juga lebih sulit. Lebih baik petugas Puskesmas yang datang,” jelasnya.
Pemeriksaan dilakukan di awal tahun ajaran baru agar anak-anak dalam kondisi yang lebih stabil dan sehat secara umum. Aspek yang diperiksa mencakup kebugaran fisik, penglihatan, tekanan darah, status imunisasi, hingga penilaian awal kondisi mental.
Dalam pelaksanaan hari pertama di SD Prestasi Global, sebanyak 843 siswa menjalani pemeriksaan, termasuk 143 siswa yang menerima imunisasi. Untuk siswa kelas 1 SD diberikan vaksin Measles-Rubella (MR), sedangkan kelas 5 menerima vaksin HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks.
Kepala Sekolah Prestasi Global, Mustopa, menyampaikan apresiasinya karena sekolahnya menjadi lokasi pertama pelaksanaan program ini.
“Sekolah Prestasi Global menjadi yang pertama di Indonesia dan mewakili Provinsi Jawa Barat untuk kegiatan cek kesehatan gratis bagi siswa sekolah dasar,” ujarnya.
Untuk aspek kesehatan mental, pemeriksaan dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh orang tua siswa SD. Sementara itu, untuk siswa SMP dan SMA, pemeriksaan jiwa dilakukan secara lebih langsung.
“Untuk anak SD memang agak sulit melakukan pemeriksaan kesehatan mental. Nanti kita utamakan untuk anak SMP dan SMA,” tambah Prof Dante.
Program CKG ini dilaksanakan secara lintas sektor dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, instansi kependudukan, serta kementerian yang menangani pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat secara jasmani maupun mental sejak dini. (R)
beritaTerkait
komentar