Selasa, 06 Oktober 2026

Quick Win Penanggulangan TBC: Deteksi Dini, Pelaporan Kasus, dan Pengobatan Optimal

Jumat, 08 Agustus 2025 12:28 WIB
Quick Win Penanggulangan TBC: Deteksi Dini, Pelaporan Kasus, dan Pengobatan Optimal
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan penggunaan alat skrining TBC kepada tenaga kesehatan saat kunjungan ke Puskesmas Kota Ternate, Kamis (31/7/2025). (Dok/Kemenkes)
Ternate (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menanggulangi penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui strategi quick win yang menitikberatkan pada identifikasi dini, peningkatan notifikasi kasus, dan pengobatan menyeluruh secara sistematis. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan separuh jumlah kasus TBC nasional hingga tahun 2030.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan fakta mengejutkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, menggeser posisi China dan hanya berada di bawah India.

"Posisi ini sebelumnya ditempati oleh China. Namun mereka berhasil menurunkan angka kasus secara signifikan," ujar Prof Dante dalam kuliah umum yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-71 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Universitas Khairun, Ternate, Rabu (30/7/2025).

Sebagai respons terhadap tingginya angka kasus, Prof Dante memaparkan strategi nasional quick win yang telah diluncurkan dalam kerangka transformasi layanan kesehatan. Strategi tersebut meliputi:

1. Identifikasi dini melalui skrining aktif (active case finding),

2. Notifikasi kasus secara cepat dan akurat, serta

3. Pengobatan menyeluruh dan tuntas bagi pasien terdiagnosis TBC.

"Kita menargetkan penurunan 50% kasus TBC pada 2030. Pemerintah optimis target ini bisa dicapai dengan sinergi berbagai pihak, termasuk sektor akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat," ujar Prof Dante.

Keesokan harinya, Kamis (31/7/2025), Wamenkes melakukan kunjungan langsung ke Puskesmas Kota Ternate untuk memantau pelaksanaan skrining TBC gratis. Dari 49 orang yang mengikuti pemeriksaan menggunakan metode X-ray dan tes lanjutan, ditemukan 3 kasus TBC aktif.

"Bayangkan jika tidak terdeteksi. Mereka bisa menularkan ke keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ini pentingnya deteksi dini," tegasnya.

Prof Dante juga menyoroti perlunya edukasi di tingkat keluarga untuk memahami bahaya laten penularan TBC yang kerap tidak disadari.

“Kita ingin memutus mata rantai penularan di rumah tangga dan lingkungan terdekat. Edukasi dan kesadaran masyarakat sangat penting,” imbuhnya.

Program skrining TBC ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sektor kesehatan yang inklusif, preventif, dan berbasis komunitas. Kegiatan ini juga melibatkan pengabdian masyarakat dari FKUI sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor.

Wilayah endemis seperti Maluku Utara menjadi prioritas utama. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Kota Ternate menyumbang sekitar 50% dari total notifikasi kasus TBC di Provinsi Maluku Utara. Fakta ini mempertegas pentingnya intervensi cepat dan terintegrasi di wilayah tersebut.

“Kita harus mulai sekarang agar target 2030 tercapai. Bahkan, lebih jauh lagi, Indonesia harus bisa terbebas dari TBC,” pungkas Prof Dante.

Pemerintah terus mengajak seluruh lapisan masyarakat, dari tenaga kesehatan hingga institusi pendidikan, untuk mengambil peran aktif dalam perang melawan TBC demi menciptakan generasi yang sehat dan produktif. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak
Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi
Posyandu 6 SPM di Jateng Didorong Aktif Layani dan Tindaklanjuti Aduan Masyarakat
Nawal Dorong Batik Sragen Berkolaborasi dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Hadirkan Rasa Aman di Distrik Muara
komentar
beritaTerbaru