Senin, 29 Juni 2026

Quick Win Penanggulangan TBC: Deteksi Dini, Pelaporan Kasus, dan Pengobatan Optimal

Jumat, 08 Agustus 2025 12:28 WIB
Quick Win Penanggulangan TBC: Deteksi Dini, Pelaporan Kasus, dan Pengobatan Optimal
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan penggunaan alat skrining TBC kepada tenaga kesehatan saat kunjungan ke Puskesmas Kota Ternate, Kamis (31/7/2025). (Dok/Kemenkes)
Ternate (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menanggulangi penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui strategi quick win yang menitikberatkan pada identifikasi dini, peningkatan notifikasi kasus, dan pengobatan menyeluruh secara sistematis. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan separuh jumlah kasus TBC nasional hingga tahun 2030.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan fakta mengejutkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, menggeser posisi China dan hanya berada di bawah India.

"Posisi ini sebelumnya ditempati oleh China. Namun mereka berhasil menurunkan angka kasus secara signifikan," ujar Prof Dante dalam kuliah umum yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-71 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Universitas Khairun, Ternate, Rabu (30/7/2025).

Sebagai respons terhadap tingginya angka kasus, Prof Dante memaparkan strategi nasional quick win yang telah diluncurkan dalam kerangka transformasi layanan kesehatan. Strategi tersebut meliputi:

1. Identifikasi dini melalui skrining aktif (active case finding),

2. Notifikasi kasus secara cepat dan akurat, serta

3. Pengobatan menyeluruh dan tuntas bagi pasien terdiagnosis TBC.

"Kita menargetkan penurunan 50% kasus TBC pada 2030. Pemerintah optimis target ini bisa dicapai dengan sinergi berbagai pihak, termasuk sektor akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat," ujar Prof Dante.

Keesokan harinya, Kamis (31/7/2025), Wamenkes melakukan kunjungan langsung ke Puskesmas Kota Ternate untuk memantau pelaksanaan skrining TBC gratis. Dari 49 orang yang mengikuti pemeriksaan menggunakan metode X-ray dan tes lanjutan, ditemukan 3 kasus TBC aktif.

"Bayangkan jika tidak terdeteksi. Mereka bisa menularkan ke keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ini pentingnya deteksi dini," tegasnya.

Prof Dante juga menyoroti perlunya edukasi di tingkat keluarga untuk memahami bahaya laten penularan TBC yang kerap tidak disadari.

“Kita ingin memutus mata rantai penularan di rumah tangga dan lingkungan terdekat. Edukasi dan kesadaran masyarakat sangat penting,” imbuhnya.

Program skrining TBC ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sektor kesehatan yang inklusif, preventif, dan berbasis komunitas. Kegiatan ini juga melibatkan pengabdian masyarakat dari FKUI sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor.

Wilayah endemis seperti Maluku Utara menjadi prioritas utama. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Kota Ternate menyumbang sekitar 50% dari total notifikasi kasus TBC di Provinsi Maluku Utara. Fakta ini mempertegas pentingnya intervensi cepat dan terintegrasi di wilayah tersebut.

“Kita harus mulai sekarang agar target 2030 tercapai. Bahkan, lebih jauh lagi, Indonesia harus bisa terbebas dari TBC,” pungkas Prof Dante.

Pemerintah terus mengajak seluruh lapisan masyarakat, dari tenaga kesehatan hingga institusi pendidikan, untuk mengambil peran aktif dalam perang melawan TBC demi menciptakan generasi yang sehat dan produktif. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemprov Sumut Siagakan Personel 24 Jam Berantas Pungli di Kawasan Wisata Sidebuk-Debuk
Kroasia Kalahkan Ghana 2-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kolombia Ditahan Portugal Tanpa Gol, Los Cafeteros Juara Grup K Piala Dunia 2026
Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Berdampak Positif, Warga Rasakan Kemudahan Mobilitas dan Peningkatan Ekonomi
Argentina Sapu Bersih Fase Grup, Tundukkan Yordania 3-1 dan Lolos sebagai Juara Grup J
Austria dan Aljazair Berbagi Angka, Drama Enam Gol Antar Kedua Tim ke Babak 32 Besar
komentar
beritaTerbaru